Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pengusaha Travel Mulai Menjerit, Berharap Ketegangan di Timur Tengah Segera Mereda

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:58 WIB

Ketua Kadin Balikpapan Noval Asfihani.
Ketua Kadin Balikpapan Noval Asfihani.

KALTIMPOST.ID - Gangguan penerbangan internasional akibat konflik di kawasan Timur Tengah membuat banyak jadwal keberangkatan jamaah umrah tertunda hingga dibatalkan.

Dampaknya tidak hanya dirasakan jamaah, tetapi juga pelaku usaha travel yang kini menghadapi ketidakpastian operasional dan tekanan finansial.

“Kalau melihat industri travel, banyaknya pesawat yang di-cancel ya kasihan yah. Tapi, namanya juga perang, tidak ada yang menghendaki. Semua ini pasti demi keselamatan, sehingga keputusan berat itu harus diambil,” tutur Ketua Kadin Balikpapan Noval Asfihani.

Dirinya mengatakan, kondisi ini merupakan risiko bisnis yang tidak dapat dihindari ketika situasi global berada di luar kendali pelaku usaha. Ia menyebut banyak penerbangan dibatalkan karena faktor keselamatan dan kondisi perang yang tidak diinginkan siapa pun.

Sektor perjalanan ibadah seperti umrah kata Noval termasuk yang terdampak signifikan. Ia menyebut banyak jamaah yang mengalami penundaan, bahkan pembatalan keberangkatan dalam beberapa waktu terakhir. Namun hingga kini, pelaku usaha masih menunggu kepastian dari maskapai terkait skema lanjutan perjalanan.

“Umrah juga banyak yang tertahan, ada yang ter-cancel atau ter-pending. Kalau ter-pending mungkin lebih baik, tapi kalau ter-cancel pasti semua merasakan kerugian,” katanya.

Ia menjelaskan, travel agent pada dasarnya hanya bertindak sebagai perantara yang sangat bergantung pada kebijakan maskapai.

Karena itu, arah kebijakan maskapai penerbangan menjadi faktor penentu bagi keberlangsungan operasional travel dalam menghadapi situasi ini. Noval menilai, kepastian kebijakan sangat dibutuhkan agar pelaku usaha bisa menentukan langkah lanjutan terhadap jamaah.

Selain itu, persoalan pengembalian dana dan penjadwalan ulang juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak travel menghadapi tekanan karena harus mengelola ekspektasi jamaah sekaligus menanggung risiko kerugian operasional. Ia menyebut hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi antara pelaku travel dengan pihak terkait mengenai solusi menyeluruh.

“Sampai hari ini belum ada pembicaraan khusus. Tapi kami sudah mendengar dari teman-teman travel agent bahwa banyak jamaah umrah yang akhirnya ter-cancel,” ungkapnya.

Mengamini pelaku usaha, ia berharap situasi geopolitik segera mereda agar operasional perjalanan ibadah kembali normal. Stabilitas global dinilai menjadi kunci bagi pemulihan sektor travel, terutama untuk memastikan keberangkatan jamaah umrah berjalan lancar dan aman dalam waktu mendatang.

Noval menambahkan, situasi ini tidak hanya terjadi di daerah, tetapi juga dirasakan di kota-kota besar seperti Jakarta. Ia menilai kondisi tersebut memperlihatkan dampak luas dari konflik global terhadap sektor ekonomi domestik, khususnya industri jasa perjalanan.

Ia berharap maskapai dapat memberikan kebijakan yang berpihak pada keselamatan sekaligus keberlanjutan bisnis, termasuk kemungkinan skema perlindungan melalui asuransi perjalanan. "Kejelasan terkait perlindungan konsumen dan pelaku usaha sangat penting juga untuk mengurangi tekanan di tengah situasi yang belum pasti," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#maskapai #timur tengah #pengusaha travel #konflik #penerbangan #umrah #dibatalkan #pesawat #jamaah