Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Impor Bahan Baku di Kaltim Naik 6,73 Persen, Balikpapan Masih Jadi Pintu Utama

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 8 Maret 2026 | 20:35 WIB

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai.
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas impor di Kalimantan Timur pada awal 2026 menunjukkan dinamika yang berbeda jika dilihat dari jenis penggunaan barang.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mengungkapkan peningkatan impor justru terjadi pada kelompok bahan baku dan penolong, sementara barang konsumsi serta barang modal mengalami penurunan.

Jika dibandingkan dengan Desember 2025, impor bahan baku dan penolong pada Januari 2026 meningkat sebesar 6,73 persen. Sebaliknya, dua kelompok lainnya mengalami penurunan cukup signifikan.

“Sebaliknya, golongan barang konsumsi dan golongan barang modal mengalami penurunan 18,97 persen dan 20,30 persen,” jelas Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai.

Tren yang sama juga terlihat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut Mas’ud, peningkatan impor hanya terjadi pada kelompok bahan baku dan penolong.

Sementara dua kelompok lainnya justru mengalami penurunan cukup dalam. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, peningkatan impor juga hanya terjadi pada golongan barang bahan baku/penolong dengan persentase kenaikan 70,43 persen.

“Sebaliknya, penurunan terjadi pada golongan barang konsumsi dan golongan barang modal dengan persentase penurunan masing-masing 44,71 persen dan 28,51 persen,” ujarnya.

Selain dilihat dari jenis barang, BPS juga mencatat aktivitas impor berdasarkan pelabuhan bongkar utama. Mas’ud menyebutkan, sebagian besar impor daerah ini masih terkonsentrasi di Pelabuhan Balikpapan.

“Total nilai impor Kaltim melalui tiga pelabuhan bongkar terbesar pada Januari 2026 adalah Pelabuhan Balikpapan USD562,97 juta, Pelabuhan Tanjung Bara USD26,78 juta, dan Pelabuhan Kariangau USD13,43 juta,” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan Desember 2025, nilai impor di lima pelabuhan utama di Kaltim juga mengalami peningkatan. BPS mencatat nilai impor naik 5,18 persen, dari USD596,12 juta pada Desember 2025 menjadi USD627,00 juta pada Januari 2026.

Mas’ud menambahkan, dari sisi kontribusi pelabuhan, Pelabuhan Balikpapan masih menjadi pintu utama arus barang impor. “Pada Januari 2026, nilai impor Pelabuhan Balikpapan menyumbang 88,29 persen terhadap total impor,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelabuhan Tanjung Bara berada di posisi kedua dengan kontribusi sebesar 4,20 persen. Adapun Pelabuhan Kariangau menyumbang sekitar 2,11 persen dari total impor daerah. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#impor #kaltim #kalimantan timur #bahan baku