Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kontribusi Tanoto Foundation untuk SDM di Kalimantan, Beri Pendampingan Pembelajaran di Kelas hingga Tekan Stunting

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 10 Maret 2026 | 20:36 WIB

 

KONSISTEN: Regional Lead Kalimantan Tanoto Foundation Roselina Ping Juan memaparkan perkembangan berbagai program dan kegiatan yang dilakukan di Kalimantan.
KONSISTEN: Regional Lead Kalimantan Tanoto Foundation Roselina Ping Juan memaparkan perkembangan berbagai program dan kegiatan yang dilakukan di Kalimantan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tanoto Foundation terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis data.

Berbagai program yang dijalankan dirancang secara komprehensif dengan mengedepankan riset, kemitraan strategis serta penguatan kapasitas lokal.

Regional Lead Kalimantan Tanoto Foundation Roselina Ping Juan menegaskan, Tanoto Foundation mengembangkan proyek yang lebih besar dan komprehensif di Indonesia, meskipun kegiatan yayasan juga tersebar di berbagai negara.

Menurutnya, pelaksanaan filantropi tidak dilakukan secara mandiri, melainkan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional.

“Dalam filantropi, kami tidak bergerak sendiri. Kami memiliki partner nasional maupun internasional," sebut perempuan yang akrab disapa Ping itu, Selasa (10/3).

Ia menuturkan, kolaborasi tersebut diwujudkan dalam berbagai program konkret di daerah. Bersama mitra, Tanoto Foundation mendampingi upaya penanganan stunting di Kutai Kartanegara.

Hingga terlibat dalam pendampingan pelatihan kepemimpinan bagi guru, maupun bekerja bersama dalam penguatan kapasitas sekolah, guru, serta kepala sekolah.

Selain mengedepankan kolaborasi, Tanoto Foundation menempatkan data sebagai fondasi utama dalam perencanaan program. Ping menegaskan, setiap intervensi selalu diawali dengan analisis data yang menyeluruh, baik pada tingkat nasional maupun global.

“Kami percaya apa pun yang kami lakukan harus berdasarkan data. Jika ingin menjalankan program stunting, kami melihat dulu data di Indonesia dan dunia, termasuk data guru dan sektor lain, baru kemudian menentukan wilayah mitra,” jelasnya.

Ia menambahkan, Tanoto Foundation juga menggandeng sejumlah lembaga riset seperti Acer dari Australia dan SMERU di Indonesia untuk memperkuat basis penelitian, serta melibatkan berbagai organisasi lain dalam proses pengembangan program.

Secara khusus di regional Kalimantan, Tanoto Foundation menetapkan sejumlah program prioritas yang mencakup sektor pendidikan dasar, pendidikan anak usia dini, kesehatan ibu dan anak, serta pengembangan kepemimpinan melalui program TELADAN.

Pada pendidikan dasar, intervensi dilakukan melalui pendampingan sekolah model pembelajaran mendalam di Balikpapan, pelatihan dan pendampingan guru di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), serta penguatan fasilitator di Bontang, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Kutai Timur, dan Kutai Barat.

Selain itu, penguatan sistem monitoring sekolah dilakukan di Kutai Barat dan Tana Tidung, disertai advokasi kebijakan daerah terkait RPJMD, literasi, dan numerasi. Pendekatan berbasis riset juga direncanakan di Paser untuk menemukan formula peningkatan capaian literasi dan numerasi.

Pada sektor pendidikan anak usia dini, Tanoto Foundation menginisiasi perencanaan intervensi Rumah Anak SIGAP di Balikpapan, memperkuat kapasitas guru dan fasilitator di wilayah IKN dan Kukar, serta mendorong advokasi kebijakan daerah terkait pola asuh, stimulasi dini, dan penanganan stunting.

Di bidang kesehatan ibu dan anak, program difokuskan pada pencegahan dan penurunan stunting melalui perubahan perilaku dan pengambilan keputusan berbasis data di tingkat desa, khususnya di Kutai Kartanegara serta wilayah Lombok Barat dan Lombok Utara di Nusa Tenggara Barat.

Roselina juga memaparkan perkembangan jangkauan program Tanoto Foundation secara nasional yang hingga Desember 2023 telah mencakup 131 kabupaten/kota di 21 provinsi serta menjangkau 22 universitas. Di regional Kalimantan sendiri, cakupan wilayah dampingan kini terus bertambah.

“Tahun ini kami juga menangani proyek stunting di NTB, tepatnya di Lombok Barat dan Lombok Utara. Jadi sekarang total wilayah dampingan regional Kalimantan sudah sembilan kabupaten/kota,” katanya.

Ia menambahkan, perjalanan Tanoto Foundation yang telah memasuki empat dekade menunjukkan konsistensi dalam penguatan pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Sejak didirikan pada 1981 oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto di Besitang, Sumatera Utara, yayasan tersebut terus memperluas dampak melalui berbagai inisiatif, mulai dari program beasiswa, peningkatan mutu sekolah, pendidikan anak usia dini, hingga kolaborasi global dalam pengembangan sumber daya manusia.

"Melalui sinergi lintas sektor dan pendekatan berbasis data, Tanoto Foundation berharap upaya pemberdayaan masyarakat yang dijalankan dapat memberikan dampak berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kepemimpinan generasi masa depan," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#stunting #sdm #tanoto foundation #sumber daya manusia #pembelajaran #kalimantan timur