SAMARINDA – Mobilitas perjalanan wisatawan nasional (wisnas) dari Kalimantan Timur menuju luar negeri menunjukkan tren peningkatan pada awal tahun. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai menjelaskan angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Lonjakan tersebut menandakan aktivitas perjalanan internasional masyarakat mulai kembali menggeliat. “Jumlah perjalanan wisnas pada Januari 2026 mencapai 4.986 perjalanan. Angka ini meningkat 55,42 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” ujar Mas’ud.
Tidak hanya secara bulanan, peningkatan juga terlihat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. “Jika dibandingkan Januari 2025, jumlah perjalanan wisnas pada Januari 2026 meningkat sebesar 28,94 persen,” lanjutnya.
Mas’ud menyebutkan seluruh perjalanan wisnas dari Bumi Etam ke luar negeri tercatat melalui pintu masuk utama menggunakan moda transportasi udara. Hingga saat ini, keberangkatan perjalanan internasional tersebut terpusat melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
Bandara tersebut menjadi gerbang utama mobilitas masyarakat Kaltim yang melakukan perjalanan ke luar negeri, baik untuk keperluan wisata, bisnis, maupun kunjungan keluarga.
Dalam catatan BPS, tren perjalanan wisnas melalui Kaltim sebenarnya mengalami fluktuasi sepanjang beberapa tahun terakhir. Jika melihat data dalam kurun Januari 2024 hingga Januari 2026, puncak perjalanan wisnas terjadi pada Juli 2025.
“Jumlah perjalanan wisnas terbanyak selama periode Januari 2024 hingga Januari 2026 tercatat pada Juli 2025, yaitu sebanyak 7.225 perjalanan,” ungkap Mas’ud. Lonjakan pada pertengahan tahun tersebut biasanya dipengaruhi oleh musim liburan sekolah serta meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat.
Secara umum, peningkatan jumlah perjalanan wisnas pada awal 2026 menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat untuk bepergian ke luar negeri kembali tumbuh. Perbaikan konektivitas penerbangan dan stabilnya kondisi ekonomi turut menjadi faktor pendorong meningkatnya perjalanan internasional dari wilayah Kaltim. (*)
Editor : Ismet Rifani