KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kolaborasi antara pelaku industri pangan dan pemangku kepentingan sektor kesehatan dinilai semakin penting dalam mendukung peningkatan kualitas gizi anak di Kalimantan Timur.
Upaya ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bergizi, tetapi juga memastikan nutrisi yang dikonsumsi dapat terserap optimal oleh tubuh. Yakult menjadi salah satu pihak yang aktif mendorong pendekatan tersebut melalui dukungan terhadap program gizi dan edukasi kesehatan.
Dalam kunjungannya ke Gedung Biru Kaltim Post, Rabu (11/3), SPV Direct Sales Yakult Balikpapan Rois Saputra menjelaskan, bahwa Yakult bukan pengganti susu, melainkan minuman susu fermentasi yang berfungsi membantu memperbaiki sistem pencernaan.
Menurutnya, fungsi tersebut penting terutama bagi anak-anak yang menerima program makan bergizi gratis (MBG), agar nutrisi yang diberikan dapat diserap secara maksimal.
“Yakult bukan pengganti susu. Harapannya membantu memperbaiki sistem pencernaan sehingga asupan makanan yang diberikan kepada adik-adik, khususnya yang mendapatkan MBG, bisa terserap dengan baik,” ungkap Rois.
Ia mengatakan, nutrisi yang telah dirancang oleh ahli gizi membutuhkan dukungan sistem pencernaan yang baik agar manfaatnya optimal. Yakult, kata dia, berperan sebagai pendukung dalam menjaga keseimbangan bakteri baik dalam saluran cerna.
“Nutrisi maupun bahan makanan yang sudah didetailkan oleh ahli gizi bisa terserap lebih optimal. Yakult membantu meningkatkan pencernaan, bukan sebagai pengganti,” katanya.
Rois menambahkan, ke depan pihaknya ingin memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk tim gizi, lembaga kesehatan, dan Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menilai peluang sinergi di Kalimantan Timur masih sangat besar, seiring meningkatnya perhatian terhadap kualitas gizi anak.
“Kami siap berkolaborasi dan mendukung kegiatan yang dilakukan tim gizi maupun BGN di seluruh Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur,” ucapnya.
Secara nasional, Yakult telah menjalankan berbagai program edukasi melalui seminar dan webinar yang menyasar tenaga nutrisionis di berbagai daerah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi gizi sekaligus memperkuat jejaring kerja sama lintas sektor.
Dari perspektif ekonomi, kolaborasi semacam ini dinilai mampu menciptakan dampak berlapis. Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, juga membuka peluang pertumbuhan industri minuman kesehatan serta memperkuat ekosistem layanan gizi di daerah.
Rois menilai pendekatan kolaboratif menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan gizi di masa depan.
"Dengan meningkatnya perhatian terhadap kesehatan pencernaan dan gizi anak, Yakult optimistis kolaborasi lintas sektor akan semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur," harapnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo