KALTIMPOST.ID-Peningkatan aktivitas logistik yang biasanya terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri mendorong pelaku jasa kepelabuhanan memperketat pengawasan operasional dan standar layanan.
Di Balikpapan, PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) menempatkan penguatan keandalan fasilitas dan kesiapan sumber daya sebagai fokus utama untuk menjaga stabilitas arus peti kemas selama periode permintaan meningkat.
Perusahaan menilai periode menjelang Idulfitri tidak hanya berdampak pada lonjakan volume barang. Tetapi juga meningkatkan kompleksitas pengaturan operasional terminal.
Maka, langkah penguatan dilakukan melalui pengawasan menyeluruh terhadap fasilitas inti yang menopang layanan bongkar muat peti kemas.
“Kami memastikan seluruh fasilitas operasional berada dalam kondisi siap dan berfungsi optimal. Menjelang Idulfitri, keperluan distribusi barang biasanya meningkat. Sehingga kesiapan peralatan dan area kerja menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran layanan terminal,” beber Direktur Utama PT KKT Enriany Muis.
Dirinya mengatakan kesiapan operasional merupakan faktor kunci dalam menjaga kualitas pelayanan terminal, terutama ketika intensitas aktivitas logistik meningkat signifikan.
Menurutnya, penguatan pengawasan operasional juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meminimalkan potensi gangguan layanan.
Perusahaan menaruh perhatian pada kesiapan alat utama bongkar muat seperti rubber tyred gantry (RTG), armada head truck, serta reach stacker yang menjadi tulang punggung pergerakan peti kemas di area terminal.
Selain itu, penataan container yard (CY) turut menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap kelancaran arus kendaraan operasional dan efektivitas proses bongkar muat.
Pengaturan pola penumpukan dan mobilitas alat dinilai penting untuk menghindari kepadatan di lapangan, terutama pada periode dengan frekuensi aktivitas tinggi.
“Kami juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap alur operasional dan kesiapan tim di lapangan. Dengan pemantauan langsung, kami bisa memastikan setiap proses berjalan aman, tertib, dan efisien,” lanjutnya.
KKT menilai koordinasi antarunit kerja menjadi aspek penting dalam menjaga stabilitas layanan. Perusahaan menekankan pentingnya komunikasi antarpetugas operasional guna memastikan setiap tahapan kegiatan berjalan sesuai prosedur dan target pelayanan yang telah ditetapkan.
Selain penguatan fasilitas dan koordinasi internal, perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk menjaga konsistensi standar pelayanan kepada pengguna jasa.
Dengan kesiapan peralatan, pengawasan operasional yang berkelanjutan, serta dukungan tim yang solid, KKT optimistis mampu menjaga kelancaran arus logistik sekaligus memenuhi kebutuhan distribusi barang masyarakat menjelang Idulfitri.
Langkah penguatan operasional tersebut sekaligus mencerminkan upaya KKT dalam menjaga keandalan layanan terminal di tengah dinamika keperluan logistik yang terus berkembang.
“Perusahaan berharap strategi yang dijalankan dapat mendukung kelancaran distribusi barang serta memperkuat peran terminal dalam menopang aktivitas ekonomi daerah,” pungkasnya. (rd)
ULIL MUAWANAH
Editor : Romdani.