Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kucuran Investasi di Balikpapan Menguat di Akhir Tahun

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 13 Maret 2026 | 19:32 WIB

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan Hasbullah Helmi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan Hasbullah Helmi.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kinerja investasi di Balikpapan menunjukkan pola yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas penanaman modal pada awal tahun umumnya masih bergerak landai, sebelum kemudian meningkat secara bertahap pada pertengahan hingga mencapai puncaknya menjelang akhir tahun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan Hasbullah Helmi menjelaskan, pola tersebut berkaitan erat dengan karakter proyek investasi yang membutuhkan waktu panjang sejak tahap perencanaan hingga realisasi.

Proses pembangunan yang memakan waktu membuat capaian investasi sering baru tercatat secara signifikan pada periode akhir tahun. “Biasanya di awal-awal itu investasi landai saja. Nanti triwulan dua mulai naik, triwulan tiga naik, triwulan empat puncaknya,” ungkapnya baru-baru ini.

Menurut Hasbullah, pelaporan realisasi investasi kerap tidak langsung mencerminkan aktivitas yang berjalan pada tahun berjalan. Banyak proyek yang dimulai pada tahun sebelumnya baru selesai dan dilaporkan pada tahun berikutnya. Hal inilah yang membuat lonjakan angka investasi sering terlihat pada kuartal akhir.

“Mereka yang investasi tahun kemarin dihitungnya tahun ini. Bangun mulai awal tahun kemarin, selesainya mungkin awal tahun ini. Jadi laporannya biasanya akhir tahun baru tinggi,” katanya.

Melihat kebiasaan itu, sejumlah proyek properti dan pembangunan gedung perkantoran yang direncanakan berjalan tahun ini diperkirakan baru akan tercatat dalam laporan realisasi investasi pada tahun mendatang. Karena itu, pemerintah daerah terus memantau progres pembangunan sekaligus memastikan proses perizinan berjalan lancar tanpa hambatan.

Selain memfasilitasi iklim investasi, pemerintah daerah juga berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok guna mengantisipasi tekanan inflasi di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi. Hasbullah menilai keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan pengendalian inflasi menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

Ia optimistis tren investasi Balikpapan akan tetap positif seiring meningkatnya kebutuhan logistik dan jasa pendukung aktivitas ekonomi di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). “Kebutuhan barang pokok harus terjaga supaya tidak membuat inflasi makin tinggi,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#puncak #akhir tahun #kinerja investasi #balikpapan