KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Roti sourdough tidak hanya bisa dimakan begitu saja. Dengan sedikit kreativitas, roti fermentasi alami ini dapat diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari sandwich hingga menu sahur yang praktis.
Sourdough sebenarnya memiliki banyak variasi bentuk roti yang berbeda. “Kalau jenisnya banyak sekali. Tapi yang paling umum itu country loaf, focaccia, ciabatta, dan baguette. Bisa dibilang roti rustic ya,” ujar Owner Good Quarter Samarinda, Angelique Koswadi.
Salah satu jenis yang paling fleksibel adalah country bread. Bentuknya mirip roti tawar besar dengan tekstur rustic. “Country bread itu biasanya paling gampang diolah. Bisa jadi sandwich, open toast, atau dimakan langsung dengan butter,” jelas perempuan yang disapa Angel itu.
Untuk penyimpanan, roti sourdough sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. “Di suhu ruang paling dua sampai tiga hari. Kalau lebih baik lagi, sisanya langsung simpan di freezer. Freezer itu nge-pause hidupnya,” ujarnya.
Saat akan dimakan, roti cukup dipanaskan kembali. “Kalau dari freezer bisa langsung dipan di pan sampai crispy. Baru setelah itu bisa kasih butter," jelasnya.
Selain country bread, focaccia juga menjadi salah satu jenis roti sourdough yang populer. Bentuknya pipih dan biasanya sudah diberi topping sebelum dipanggang. “Focaccia itu sebenarnya paling gampang bikin. Tidak perlu dibentuk macam-macam, cukup diratakan di loyang lalu diberi topping,” katanya.
Topping focaccia bisa beragam, mulai dari tomat, herbs, hingga olahan manis. “Bisa juga dibuat manis, misalnya seperti martabak pakai susu kental manis, meses, atau keju,” lanjutnya.
Sementara itu, roti ciabatta lebih sering digunakan sebagai sandwich. “Biasanya diisi ham, atau daging panggang. Di Eropa itu sangat umum untuk bekal,” katanya.
Angel juga membagikan ide sederhana olahan sourdough yang cocok untuk menu sahur atau berbuka puasa. “Yang paling gampang itu open toast dengan kurma dan keju,” ujarnya.
Caranya cukup sederhana. Roti dipanggang di atas pan hingga renyah, kemudian dioles butter atau cream cheese. “Setelah itu tambahkan kurma matang yang sudah dipenyet atau direndam, lalu parut keju di atasnya. Terakhir kasih madu sedikit dan taburan garam,” jelasnya.
Perpaduan rasa manis dan gurih membuat menu itu cocok sebagai sumber energi saat sahur. Dia menamai resep tersebut ramadan energy toast. “Kurma kan menambah energi. Dipadukan dengan keju itu rasanya benar-benar cocok,” katanya.
Menurut Angel, roti sourdough memang sangat fleksibel untuk berbagai olahan. "Bisa asin, bisa manis. Tapi karena karakter rotinya rustic, sebenarnya lebih cocok ke rasa gurih,” tuturnya.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap sourdough, Angel melihat semakin banyak orang mulai bereksperimen dengan berbagai olahan di rumah.
Dia juga membagikan tips bagi yang ingin membuat roti sourdough tanpa harus membuat mother atau starter terlebih dahulu. Disiasati mengganti dengan poolish, metode pra-fermentasi.
"Resep andalannya itu 100 gram tepung protein tinggi, 100 ml air suhu ruang, dan 1 gram ragi instan. Diaduk merata dan diamkan di suhu ruang dengan wadah tertutup 3-4 jam hingga adonan menjadi dua kali lipat," bebernya.
Untuk mengetahui apakah adonan tersebut berhasil atau tidak, tes dengan cara dimasukkan ke air. Jika mengapung, maka berhasil. Angel menyebut selama ini, pelanggan yang rutin membeli olahannya karena sudah merasakan manfaatnya. Roti mudah dicerna dan lebih ramah untuk pencernaan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo