KALTIMPOST.ID, Perdagangan IHSG libur sementara di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rangka memperingati Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Penutupan sementara IHSG libur ini merupakan bagian dari jadwal libur bursa Maret 2026 yang telah ditetapkan BEI sebelumnya.
Penyesuaian kalender perdagangan dilakukan agar pelaku pasar memiliki kepastian waktu dalam menyusun strategi investasi.
Investor disarankan mencatat jadwal tersebut agar dapat mengatur aktivitas perdagangan secara optimal.
Jadwal Libur Bursa Jelang Nyepi dan Idulfitri
Menjelang perayaan Nyepi dan Idulfitri, IHSG libur selama beberapa hari berturut-turut. Berikut jadwalnya:
- Rabu, 18 Maret 2026: Cuti bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
- Kamis, 19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
- Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah
- Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah
- Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah
Dengan jadwal tersebut, aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia berhenti sementara sebelum kembali berjalan setelah masa libur berakhir.
Beberapa Hari Besar Tidak Masuk Libur Bursa
Meski banyak hari besar nasional di 2026, tidak semuanya masuk dalam jadwal libur bursa Maret 2026.
Beberapa di antaranya jatuh pada akhir pekan, sehingga tidak memengaruhi aktivitas perdagangan saham, yaitu:
- Idulfitri 1447 Hijriah: 21–22 Maret 2026
- Kebangkitan Yesus Kristus: 5 April 2026
- Hari Raya Waisak 2570 BE: 31 Mei 2026
Karena bertepatan dengan hari Sabtu atau Minggu, perdagangan IHSG memang sudah tidak berlangsung pada hari-hari tersebut.
Mengapa Investor Perlu Memperhatikan Jadwal Libur Bursa?
Mengetahui jadwal IHSG libur penting bagi investor karena dapat memengaruhi strategi perdagangan.
Beberapa alasan utamanya:
- Mengatur waktu beli atau jual saham sebelum libur panjang
- Mengantisipasi pergerakan pasar setelah libur
- Menyesuaikan strategi investasi jangka pendek
Dengan memahami jadwal libur bursa Maret 2026, investor dapat meminimalkan risiko sekaligus memanfaatkan peluang pasar. ***
Editor : Dwi Puspitarini