Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kunjungan Kapal Domestik di Awat Tahun Menurun, Ini Deretan Penyebabnya

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 24 Maret 2026 | 06:05 WIB

SEPI: Jumlah kunjungan kapal pada awal tahun ini hanya 181 unit, turun 48,29 persen dibandingkan Desember 2025.
SEPI: Jumlah kunjungan kapal pada awal tahun ini hanya 181 unit, turun 48,29 persen dibandingkan Desember 2025.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Aktivitas kunjungan kapal dalam negeri di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau Balikpapan mengalami penurunan pada Januari 2026.

Berdasarkan data terbaru, jumlah kunjungan kapal tercatat hanya 181 unit atau turun 48,29 persen dibandingkan Desember 2025. Jika dibandingkan dengan Januari 2025, penurunannya bahkan lebih dalam, mencapai 90,44 persen.

Penurunan ini juga tercermin pada indikator kapasitas kapal. Berdasarkan Gross Register Tonnage (GRT), total kunjungan kapal tercatat sebesar 1.804.713 GRT atau turun 12,81 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan anjlok 59,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Sementara itu, dari sisi Length Overall (LOA), kunjungan kapal tercatat 15.225 LOA, turun 41,42 persen dibanding Desember 2025 dan merosot 84,29 persen secara tahunan," sebut Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama.

Terkait itu, ia menjelaskan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh faktor struktural, terutama berakhirnya kerja sama operasional di salah satu terminal penting.

“Penurunan ini disebabkan karena kontrak antara Balikpapan Coal Terminal milik Bayan Group dengan Pelabuhan Semayang telah berakhir sehingga aktivitas kapal di BCT tidak lagi dicatat,” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan pola logistik dan aktivitas pelabuhan di Balikpapan. Penurunan tajam tidak hanya berdampak pada jumlah kunjungan kapal, tetapi juga berpotensi memengaruhi arus distribusi barang serta aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Meski demikian, Marinda menilai bahwa kondisi ini masih bersifat transisi. Para pelaku usaha di sektor logistik dan transportasi laut kini dihadapkan pada tantangan untuk menyesuaikan strategi operasional, seiring dengan perubahan signifikan dalam aktivitas pelabuhan di awal tahun ini.

“Kami melihat ini sebagai penyesuaian akibat perubahan operasional. Ke depan, perlu dilihat apakah ada pengganti aktivitas atau pola distribusi baru yang muncul,” tambahnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kunjungan kapal #awal tahun #menurun #pelabuhan semayang