KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kinerja sejumlah sektor unggulan di Kalimantan Timur, khususnya sektor sumber daya alam, menunjukkan tren penurunan di awal tahun ini. Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha untuk mulai melirik sektor lain yang dinilai lebih stabil dan berpotensi tumbuh.
“Kalau sektor usaha yang signifikan, memang pertambangan seperti batu bara, minyak, termasuk sawit itu mengalami penurunan,” beber Ketua DPP APINDO Kalimantan Timur Abriantinus.
Ia mengungkapkan, sektor pertambangan seperti batu bara dan minyak mengalami perlambatan. Hal serupa juga terjadi pada sektor perkebunan kelapa sawit yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.
Penurunan ini tidak lepas dari dinamika global yang mempengaruhi permintaan dan harga komoditas. Selain itu, ketidakpastian ekonomi dunia turut menekan aktivitas ekspor dan investasi di sektor tersebut.
Namun di tengah kondisi tersebut, Abriantinus melihat adanya peluang baru di sektor kebutuhan pokok. Menurutnya, sektor ini memiliki ketahanan yang lebih baik karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
“Kalau kita lihat ke depan, yang berpotensi itu justru kebutuhan pokok. Itu yang sangat dibutuhkan masyarakat dan punya peluang untuk berkembang,” katanya.
Ia menilai, pelaku usaha perlu mulai melakukan diversifikasi usaha agar tidak terlalu bergantung pada sektor komoditas yang cenderung fluktuatif. Dengan memperkuat sektor kebutuhan dasar, pelaku usaha dapat menjaga stabilitas bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi.
Selain itu, Abriantinus juga menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi dalam menghadapi perubahan pasar. Pelaku usaha dituntut untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Selain terus berinovasi, kita harus fokus pada bidang usaha masing-masing dan menjalankan tanggung jawab dengan baik. Itu yang penting supaya kita bisa bertahan dan berkembang,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo