Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemkot Balikpapan Targetkan PAD Pariwisata Tembus 35 Persen, Andalkan Destinasi Baru hingga Gelar Event Internasional

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 25 Maret 2026 | 17:54 WIB

MELEBIHI TARGET : Tiga Model Mitsubishi yakni Expander, Pajero Sport  dan Xforce mendominasi penjualan Mitsubishi pada ajang IIMS 2024.
MELEBIHI TARGET : Tiga Model Mitsubishi yakni Expander, Pajero Sport dan Xforce mendominasi penjualan Mitsubishi pada ajang IIMS 2024.

KALTIMPOST.ID-Pemkot Balikpapan menargetkan peningkatan kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah (PAD) melalui penguatan event dan pengembangan destinasi wisata baru.

Pada tahun sebelumnya, sektor pariwisata menyumbang sekitar 34 persen terhadap PAD kota. Tahun ini, pemerintah berharap angka tersebut dapat meningkat atau minimal bertahan di level yang sama.

“Kami berharap kontribusi pariwisata bisa sama atau bahkan lebih dari 35 persen. Tahun lalu sekitar 34 persen dari PAD,” ungkap Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan Cokorda Ratih Kusuma.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah aktif mendorong penyelenggaraan berbagai event berskala nasional hingga internasional.

Salah satu agenda besar yang tengah disiapkan adalah kehadiran Indonesia International Motor Show (IIMS) di Balikpapan pada Oktober mendatang.

“Event itu penting, karena berdampak langsung ke hotel, restoran, dan sektor lainnya. Kami sudah komunikasi dengan penyelenggara, dan salah satu event besar akan digelar di sini,” jelasnya.

Selain event, pengembangan destinasi wisata juga menjadi fokus utama. Pemerintah tengah memetakan berbagai potensi wisata, termasuk wisata heritage, wisata alam, hingga rencana pembangunan miniatur kilang sebagai daya tarik edukatif.

Tak hanya itu, destinasi seperti Pasar Tumpah Pringgodani juga akan segera beroperasi setiap hari untuk menjawab kebutuhan wisatawan yang selama ini terkendala jadwal kunjungan.

“Ada wisata yang sudah dikenal luas, bahkan masuk penghargaan nasional, tapi tidak bisa dikunjungi setiap hari. Ini yang kami dorong agar bisa lebih fleksibel,” ujarnya.

Upaya lain yang dilakukan adalah memperkuat branding kawasan seperti Melawai serta mengembangkan kawasan pantai sebagai ruang publik yang mendukung aktivitas wisata.

“Dengan strategi terpadu antara event, destinasi, dan kolaborasi lintas sektor, Balikpapan optimistis dapat menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi daerah yang berkelanjutan,” pungkas Ratih. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud #Kutai Barat #pendapatan asli daerah (PAD)