KALTIMPOST.ID, PASER - Tren kunjungan wisata di Paser pada momen libur Lebaran tahun ini dinilai terus berkembang, meski sebagian besar wisatawan masih menjadikan pantai sebagai tujuan utama.
Ketua Forum Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kuaro, Isianto, menyebut geliat destinasi lain juga mulai terlihat, salah satunya di kawasan Hutan Mangrove Klempang Sari atau Lati Tuo.
“Kalau secara umum berkembang, cuma memang untuk kunjungan di momen Lebaran ini lebih banyak orang berkunjung ke pantai, hampir 70 persen," ujarnya.
Menurutnya, tingginya minat ke pantai tidak lepas dari karakter lokasi yang lebih luas dan ramah keluarga. Berbeda dengan destinasi seperti air terjun yang dinilai memiliki tingkat risiko lebih tinggi, terutama bagi wisatawan yang membawa anak kecil.
“Kalau di pantai kan mereka bisa lebih bebas, lokasinya luas, bisa eksplor dengan anak-anak,” jelasnya.
Meski begitu, pengembangan destinasi alternatif terus dilakukan. Isianto menilai progres di kawasan Mangrove Klempang Sari cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah fasilitas pendukung telah dibenahi untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
“Kalau progresnya cukup bagus. Sekarang sudah banyak fasilitas tambahan, seperti toilet, tempat parkir yang lebih baik. Di dalam kawasan juga sudah ada fasilitas umum seperti musala dan lainnya,” terangnya.
Tak hanya itu, inovasi juga mulai disiapkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan agar tidak hanya datang sekali. Salah satunya dengan menghadirkan konsep aktivitas rutin berbasis UMKM dan atraksi budaya lokal.
“Nanti di situ akan dibuat semacam kegiatan setiap Sabtu dan Minggu, ada atraksi-atraksi dan juga UMKM. Konsepnya lebih ke budaya lokal Dayak dan Paser, termasuk dari sisi fashion pedagangnya,” ungkapnya.
Grand opening kawasan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 28-29 Maret, sekaligus memanfaatkan momentum libur panjang. Puluhan pelaku UMKM lokal turut dilibatkan sebagai tahap awal pengembangan.
“Ada beberapa puluh pedagang yang ikut, masih tahap awal memang. Pembayarannya juga nanti dibuat unik, seperti menggunakan media kayu, jadi ada konsep tersendiri,” jelasnya.
Selain itu, wisatawan juga akan disuguhkan pengalaman baru berupa susur sungai menggunakan perahu kecil. Fasilitas itu diharapkan mampu menambah variasi aktivitas di kawasan mangrove. “Kalau hanya mengandalkan view, orang biasanya datang sekali dua kali saja. Sekarang ada susur sungai pakai kapal kecil, itu juga didukung perusahaan,” katanya.
Isianto yang juga terlibat sebagai pelaku UMKM menyebut, pihaknya ikut mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif di kawasan tersebut. Produk lokal seperti bakpia hingga olahan ikan kering tanpa garam dengan nama Kalty Borneo turut disiapkan untuk menarik minat pengunjung.
“Peran kami lebih ke UMKM-nya, ikut menggerakkan supaya kawasan ini lebih hidup. Harapannya dengan momentum libur panjang ini bisa jadi daya tarik baru bagi wisatawan,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo