KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Dalam kesibukan dan kehadiran gadget yang tak terpisahkan, meja makan perlahan kehilangan fungsinya sebagai ruang interaksi. Makan menjadi aktivitas cepat, tanpa percakapan yang berarti.
"Melalui kampanye Satu Meja, Sejuta Cerita, Bakoel Bamboe mencoba mengubah kembali kebiasaan itu. Pengunjung diajak untuk sejenak meletakkan ponsel dan kembali menikmati momen bersama," ucap Brand & Marcomm Manager PT Selera Nikmat Nusantara Primas G Prihanta.
Konsep ini terasa sederhana, namun memiliki makna yang dalam. Hidangan yang disajikan di tengah meja menjadi penghubung, memicu percakapan, dan menghadirkan kembali kehangatan yang mungkin sempat hilang.
Primas menjelaskan bahwa pendekatan ini menjadi bagian penting dari pengalaman pelanggan. “Kami ingin menghadirkan pengalaman makan yang tidak hanya tentang rasa, tetapi juga tentang koneksi emosional,” ujarnya.
Dengan suasana yang hangat dan menu yang dirancang untuk dinikmati bersama, meja makan kembali menjadi ruang berbagi cerita, seperti yang pernah ada di masa lalu.
Perjalanan Bakoel Bamboe sendiri dimulai dari Balikpapan pada 2009, membawa misi sederhana menghadirkan kuliner Nusantara yang autentik. Kini, perjalanan itu telah membawa brand ini ke berbagai kota di Indonesia.
Pembukaan cabang di Bekasi menjadi bagian dari langkah ekspansi yang terus berlanjut. Kota ini dipilih karena dinilai memiliki potensi pasar yang besar dan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Hingga saat ini, Bakoel Bamboe telah hadir di berbagai kota seperti Samarinda, Pontianak, hingga Semarang. Rencana ekspansi ke Palangkaraya juga tengah disiapkan sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan. “Target kami adalah mengembangkan bisnis hingga ke berbagai wilayah di Indonesia,” sambung Ivann Edward, Direksi PT Selera Nikmat Nusantara.
Meski terus berkembang, Bakoel Bamboe tetap mempertahankan identitasnya sebagai restoran yang mengangkat kekayaan rasa Nusantara. Setiap cabang dirancang untuk tetap menghadirkan pengalaman yang hangat dan akrab, sejalan dengan konsep yang diusung.
"Dengan langkah ekspansi yang terukur dan pendekatan yang adaptif, Bakoel Bamboe menunjukkan bahwa kuliner tidak hanya soal rasa, tetapi juga tentang bagaimana rasa itu bisa menjangkau lebih banyak orang," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo