KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Lonjakan kunjungan wisata saat libur Lebaran dimanfaatkan Pemerintah Kota Balikpapan untuk memperkuat strategi pengembangan event pariwisata. Momen ini dinilai krusial dalam mendorong daya tarik destinasi sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, menyebut pergerakan wisata tidak hanya ditentukan oleh destinasi, tetapi juga momentum dan aktivitas yang ditawarkan.
“Kalau bisa tiap tahun tetap diadakan kegiatan, selain event besar seperti Balikpapan Fest,” ujarnya.
Menurut Ratih, penyelenggaraan event secara konsisten mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan serta meningkatkan belanja selama berada di Balikpapan. Karena itu, kolaborasi event, termasuk berskala internasional, tengah disiapkan dalam waktu dekat.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan eksposur global Balikpapan tanpa meninggalkan identitas lokal. “Kita ingin Balikpapan ini siap secara global, tapi tetap tidak meninggalkan kearifan lokal,” katanya.
Namun demikian, tantangan masih terlihat dari indikator lama tinggal tamu hotel. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan mencatat rata-rata lama menginap (RLM) hotel bintang pada Januari 2026 sebesar 1,62 hari. Angka ini naik tipis 0,01 poin dibanding Desember 2025, tetapi turun 0,06 poin dibanding Januari 2025 yang mencapai 1,68 hari.
Secara rinci, RLM tamu asing tercatat 2,88 hari pada Januari 2026, turun 0,24 poin dari bulan sebelumnya. Sementara tamu nusantara relatif stabil di angka 1,60 hari.
Dalam rentang Januari 2025 hingga Januari 2026, lama tinggal tertinggi wisatawan mancanegara terjadi pada April 2025 sebesar 3,76 hari. Sedangkan titik terendah tamu nusantara tercatat pada Maret 2025 di angka 1,53 hari.
Kepala BPS Balikpapan, Marinda Dama Prianto, menilai pola tersebut menunjukkan karakter kunjungan yang masih didominasi perjalanan singkat.
“Rata-rata lama menginap di Balikpapan masih didominasi perjalanan singkat, baik untuk bisnis maupun kunjungan keluarga. Polanya belum menunjukkan pergeseran signifikan ke long stay,” jelasnya.
Dengan memanfaatkan momentum seperti Lebaran dan mengintegrasikannya dengan event, Balikpapan diharapkan mampu meningkatkan kualitas kunjungan, tidak hanya dari sisi jumlah wisatawan, tetapi juga durasi tinggal dan kontribusi ekonomi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo