KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Tanoto Foundation mulai memfokuskan programnya di Balikpapan pada pengembangan anak usia dini. Melalui pendidikan PAUD dan penguatan pengasuhan berbasis komunitas, program ini direncanakan berjalan mulai 2026.
Regional Lead Kalimantan Tanoto Foundation, Roselina Ping Juan, menjelaskan pendekatan yang digunakan tidak hanya berpusat pada lembaga pendidikan, tetapi juga lingkungan keluarga.
“Kita sering lupa bahwa sekolah pertama anak itu adalah rumah. Jadi yang kami dorong adalah bagaimana pengasuhan ini menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya orang tua, tetapi juga pengasuh lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, peran pengasuh sangat luas, mulai dari orang tua, kakek-nenek, hingga pengasuh profesional seperti babysitter. Karena itu, pendekatan berbasis komunitas dinilai menjadi kunci agar edukasi pengasuhan menjangkau lebih banyak pihak.
Program yang disiapkan akan berbentuk community center atau pusat pembelajaran komunitas. Fungsinya sebagai ruang edukasi dan pendampingan pengasuhan anak usia 0–3 tahun.
Fokus usia tersebut dipilih karena merupakan fase krusial dalam tumbuh kembang anak.
“Di rentang usia 0 sampai 3 tahun, perkembangan anak sangat menentukan masa depan mereka. Itu yang ingin kami intervensi melalui pendekatan komunitas,” jelasnya.
Ping menambahkan, Tanoto Foundation sebelumnya telah mengembangkan model serupa di wilayah pedesaan. Namun, Balikpapan akan menjadi salah satu percontohan untuk penerapan di kawasan perkotaan.
“Selama ini model kami banyak di rural area. Untuk urban, ini baru kami mulai di 2026 dan Balikpapan menjadi salah satu lokasi percontohan,” katanya.
Melalui pendekatan ini, pengasuhan anak diharapkan tidak lagi menjadi tanggung jawab individu semata. Sebaliknya, menjadi gerakan kolektif yang didukung masyarakat dan pemerintah. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo