Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kolaborasi Tujuh Negara Siap Angkat Pariwisata Balikpapan di Panggung Internasional

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 31 Maret 2026 | 18:33 WIB

SEJARAH: Event berskala global dijadwalkan berlangsung di Balikpapan selama empat hari dan akan menghadirkan penampil seni tari dari tujuh negara.
SEJARAH: Event berskala global dijadwalkan berlangsung di Balikpapan selama empat hari dan akan menghadirkan penampil seni tari dari tujuh negara.

KALTIMPOST.ID BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat langkah menuju panggung pariwisata internasional. Salah satunya melalui rencana kolaborasi lintas negara dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Dunia yang jatuh pada September mendatang.

Event berskala global ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari dan akan menghadirkan penampil seni tari dari tujuh negara.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan Cokorda Ratih Kusuma mengungkapkan bahwa pemilihan negara peserta dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan konektivitas serta potensi pasar wisata yang bisa dikembangkan.

“Kita pilih Malaysia karena sudah ada penerbangan langsung. Kemudian Brunei, Singapura, Korea, Turki, Thailand, dan Tiongkok,” ungkapnya.

Menurut Ratih, setiap negara direncanakan akan mengirimkan sekitar 12 penari yang didampingi tim kreatif, termasuk fotografer dan konten kreator. Kehadiran mereka tidak hanya sekadar untuk tampil di atas panggung, tetapi juga menjadi bagian dari strategi promosi pariwisata Balikpapan secara global.

“Ini bukan hanya pertunjukan, tapi juga promosi internasional. Mereka akan mempublikasikan kegiatan ini di negaranya,” jelasnya.

Keterlibatan para kreator konten dari berbagai negara dinilai akan memberikan efek berantai dalam memperkenalkan Balikpapan ke audiens yang lebih luas. Publikasi melalui media sosial dan platform digital diharapkan mampu menarik minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung.

Meski menghadirkan unsur internasional, Pemerintah Kota Balikpapan tetap menempatkan budaya lokal sebagai identitas utama. Pelaku seni daerah akan tetap diberi ruang untuk tampil dan berkolaborasi dengan seniman mancanegara, sehingga tercipta perpaduan budaya yang harmonis.

Dari sisi ekonomi, kegiatan ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan. Tingkat hunian hotel diperkirakan meningkat, begitu pula dengan sektor transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang akan merasakan lonjakan aktivitas selama event berlangsung.

Ratih menegaskan bahwa kesiapan kota menjadi faktor penting dalam menyukseskan agenda ini. Infrastruktur, pelayanan, hingga keramahan masyarakat menjadi bagian dari kesiapan tersebut. “Kita harus siap sebagai kota yang terbuka secara global, tapi tidak meninggalkan kearifan lokal,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, Balikpapan diharapkan semakin dikenal sebagai kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kaya akan budaya dan mampu bersaing di tingkat internasional. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#hari pariwisata dunia #UMKM Balikpapan #Seni budaya Balikpapan #Pariwisata Balikpapan