KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa peluang besar bagi sektor pariwisata di Kalimantan Timur.
Bank Indonesia melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk menjadikan Samarinda sebagai pintu masuk wisata sebelum pelancong menuju IKN.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, menyebut tren kunjungan ke IKN terus meningkat, termasuk saat libur panjang.
“Sekarang ini Kaltim menjadi semakin dikenal karena ada IKN. Bahkan, saat liburan, masyarakat lokal juga ramai berkunjung ke sana,” ujarnya, Selasa (31/3).
Baca Juga: Pajak Kaltim Anjlok 28,54 Persen Awal 2026, Ini Penyebab Utamanya
Menariknya, wisatawan tidak selalu langsung menuju IKN. Mereka kerap singgah di kota-kota sekitar seperti Balikpapan dan Samarinda. Hal ini dinilai sebagai peluang besar yang perlu dimanfaatkan.
“Jadi, mereka tidak hanya berwisata ke IKN, tetapi bisa mencoba lebih dulu ke Samarinda. Ini kesempatan yang sangat baik untuk kita optimalkan,” jelasnya.
Untuk itu, BI mendorong pengembangan paket wisata terintegrasi. Wisatawan yang tiba di Bandara APT Pranoto dapat diarahkan menikmati berbagai pengalaman khas Samarinda.
Mulai dari susur Sungai Mahakam, menikmati kawasan tepian kota, hingga mengunjungi sentra kerajinan seperti kampung tenun.
“Wisatawan bisa susur sungai, lalu ke tepian, dan membeli oleh-oleh khas. Samarinda punya banyak hal unik yang bisa ditawarkan,” katanya.
Bayuadi menekankan pentingnya menciptakan pengalaman wisata yang berkesan. Dengan begitu, wisatawan akan membawa cerita positif saat kembali ke daerah asal.
“Nanti mereka membawa pulang sarung Samarinda. Orang lain pasti akan bertanya, ini kain bagus dari mana? Dari Samarinda. Dari situ kota ini akan semakin dikenal,” ujarnya.
Ia menilai promosi dari mulut ke mulut menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kunjungan wisata tanpa biaya besar.
Momentum ini ditargetkan bisa dimaksimalkan hingga 2028, saat IKN mulai beroperasi penuh. Samarinda diharapkan menjadi destinasi penyangga utama bagi para wisatawan.
“Jangan langsung ke IKN, tetapi cobalah mendarat di Samarinda. Jalan-jalan dulu,” tegasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi