KALTIMPOST.ID, Harga emas dunia kembali menunjukkan taringnya. Memasuki perdagangan Kamis (2/4/2026), sang logam mulia terpantau terus merangkak naik, memperpanjang tren positif selama empat hari berturut-turut.
Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan munculnya harapan damai di Timur Tengah menjadi pemicu utama.
Berdasarkan data Refinitiv, pada perdagangan Rabu (1/4), harga emas ditutup melesat 1,88% ke level US$ 4.757,29 per troy ons.
Tren "hijau" ini berlanjut pagi ini pukul 06.21 WIB, di mana harga emas kembali melonjak 0,83% ke posisi US$ 4.796,83 per troy ons.
Pelemahan indeks dolar AS menjadi pendorong bagi kenaikan harga emas.
Saat dolar loyo, emas yang dibanderol dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi investor pemegang mata uang lain. Alhasil, permintaan pun meningkat tajam.
Namun, faktor geopolitik tetap menjadi sorotan utama. Isu de-eskalasi konflik antara Iran dan AS mulai berhembus.
Presiden AS Donald Trump mengklaim adanya sinyal gencatan senjata, sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan komitmennya terhadap negosiasi melalui surat terbuka.
Analis dari RJO Futures, Bob Haberkorn, menilai prospek emas masih sangat cerah jika tensi dunia mereda.
"Harga emas bisa kembali naik di atas US$ 5.000 per ons jika kita menuju de-eskalasi, karena ekspektasi pemangkasan suku bunga bisa muncul kembali," kata Bob Haberkorn kepada Reuters.
Meski dikenal sebagai aset aman (safe haven) saat perang, emas juga sangat sensitif terhadap suku bunga.
Jika perdamaian tercipta, harga minyak dunia biasanya akan turun dan menekan inflasi.
Kondisi ini memberikan ruang bagi bank sentral (The Fed) untuk memangkas suku bunga.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), emas akan jauh lebih menarik dikoleksi saat suku bunga rendah dibandingkan disimpan dalam bentuk deposito atau obligasi.
Namun, Tony Sycam, analis pasar IG, mengingatkan bahwa situasi ini bak pedang bermata dua bagi emas.
"Di satu sisi, perdamaian yang bertahan lama akan menghilangkan permintaan safe haven berbasis geopolitik yang selama ini menopang harga," ujar Tony Sycam.
Tak hanya emas, harga perak juga ikut "terbang". Per Kamis pagi, perak berada di posisi US$ 75,66 per troy ons, menguat 0,72% sekaligus memperpanjang reli kenaikan sebesar 10,4% dalam empat hari terakhir.
Prediksi Harga Emas Hari Ini (Teknikal)
Secara teknikal, emas saat ini berada di zona bullish namun mulai menunjukkan tanda-tanda jenuh beli (overbought). Berikut rangkuman target harganya:
- Resisten Terdekat: US$ 4.805/troy ons.
- Target Optimistis: US$ 5.022/troy ons (Jika tren naik berlanjut).
- Support Terdekat: US$ 4.587/troy ons (Jika terjadi aksi ambil untung). ***