Kenaikan Harga Tiket Mengintai, Travel Umrah Jaga Harga Paket dengan Booking Dini

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Minggu, 5 April 2026 | 06:20 WIB
SESUAI JADWAL: Sebanyak 90 persen maskapai yang digunakan AMSA Tour & Travel menggunakan penerbangan langsung. Keberangkatan umrah tetap sesuai jadwal.
SESUAI JADWAL: Sebanyak 90 persen maskapai yang digunakan AMSA Tour & Travel menggunakan penerbangan langsung. Keberangkatan umrah tetap sesuai jadwal.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Isu kenaikan tarif batas atas tiket pesawat hingga 15 persen berpotensi berdampak langsung pada harga paket umrah. Pasalnya, komponen tiket menjadi penentu utama dalam penyusunan biaya perjalanan ibadah tersebut.

Direktur PT Amanah Mabrur Sakinah (AMSA Tour & Travel) Anis Herawati menyebut, pihaknya sejak awal sudah mengantisipasi fluktuasi harga dengan mengamankan tiket lebih dulu sebelum paket dijual ke jemaah. “Jadi tiket pesawat itu adalah kunci utamanya, lalu visa dan hotel,” ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan agar harga paket tetap kompetitif meski ada potensi kenaikan dari maskapai. Untuk keberangkatan Agustus, AMSA bahkan telah mengunci harga sejak beberapa bulan sebelumnya.

“Untuk Agustus itu kita sudah deposit tiket Garuda itu sudah 4 bulan yang lalu sepertinya. Masih akhir Desember 2025. Kita 90 persen itu penerbangan langsung dengan maskapai Garuda,” jelas pengusaha travel yang memiliki kantor pusat di Samarinda dan cabang di Magelang tersebut.

Baca Juga: Hasil Akhir Persiba vs Persipura 0-1: Beruang Madu Tumbang Dramatis di Pengujung Laga

Dengan strategi tersebut, AMSA masih mampu menawarkan paket umrah reguler dengan harga relatif terjangkau. “Untuk keberangkatan Agustus nanti itu paketnya sekitar Rp28 juta lebih sekian, 9 hari. Memang hotelnya bintang tiga. Saat ini sisa sekitar belasan seat,” katanya.

Menurut Anis, selama belum ada penyesuaian dari maskapai, harga paket akan tetap dipertahankan sesuai komitmen awal kepada jemaah. Meski demikian, dia tidak menampik adanya potensi perubahan biaya pada komponen tertentu, terutama yang dipengaruhi nilai tukar.

Selain itu, travel juga harus siap menanggung biaya awal yang tidak sedikit untuk mengamankan kursi penerbangan. Skema itu dinilai penting agar jemaah mendapatkan kepastian jadwal. Dia menyiasati dengan memanfaatkan Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF). Ada promo tiket yang ditawarkan, sehingga travel bisa menekan harga lebih hemat untuk ditawarkan ke jemaah.

Selain itu, travel dapat memastikan keberangkatan sesuai jadwal yang telah ditentukan tanpa bergantung pada ketersediaan tiket di waktu mendekati keberangkatan.

Baca Juga: Gudang Beras 1.000 Ton Bakal Dibangun di Kubar, Pemkab dan Bulog Tinjau Lahan di Ngenyan Asa

“Kalau kita sudah punya tiket gitu kan aman pasti di tanggal itu memang ada keberangkatan, jaminan ke jemaah,” katanya. Dia menambahkan, strategi tersebut juga memberikan rasa aman bagi jemaah karena tidak ada perubahan jadwal mendadak.

Jika memang ada perubahan harga atau kenaikan, pihak maskapai pasti akan menginfokan. "Biasanya ketika tiket mau issued atau siap diterbitkan, ada pajaknya. Apalagi saat ini nilai rupiah kan sedang melemah. Dan kalau tiket sudah dipesan jauh hari, misal ada perubahan harga tentu akan info ke jemaah, tapi biasanya tidak signifikan," tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
harga paket umrah kenaikan tiket pesawat AMSA Tour Travel paket umrah murah travel umrah