KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Kinerja ekspor nonmigas Kalimantan Timur menunjukkan tren stabil pada Februari 2026. Meski hanya tumbuh tipis, sejumlah negara tujuan utama mencatat lonjakan signifikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, nilai ekspor nonmigas ke 13 negara tujuan utama mencapai USD1.314,31 juta. Angka ini naik USD11,36 juta atau 0,87 persen dibandingkan Januari 2026.
Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kaltim Ariyanti Cahyaningsih menjelaskan, kenaikan ini ditopang oleh peningkatan ekspor ke beberapa negara mitra dagang utama. “Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan ekspor ke Brazil, Jepang, dan Malaysia,” ujarnya.
Brazil menjadi sorotan karena mencatat lonjakan signifikan. Jika pada Januari 2026 belum ada ekspor, pada Februari langsung menyumbang kenaikan sebesar USD32,83 juta.
Baca Juga: Ekspor Nonmigas Kaltim Turun, Sawit dan Produk Kimia Jadi Penopang
Sementara itu, ekspor ke Jepang dan Malaysia juga menunjukkan pertumbuhan solid, masing-masing naik 28,68 persen dan 28,57 persen. Di sisi lain, sejumlah pasar utama justru mengalami penurunan. Ekspor ke Tiongkok—sebagai tujuan utama—turun USD45,97 juta atau 8,10 persen secara bulanan.
Penurunan juga terjadi pada ekspor ke Korea Selatan dan Bangladesh yang masing-masing terkontraksi 22,18 persen dan 5,98 persen.
Meski terjadi fluktuasi, struktur pasar ekspor Kaltim masih didominasi negara-negara di kawasan Asia. Tiongkok tetap menjadi tujuan utama, diikuti India dan Filipina. “Selama Januari hingga Februari 2026, Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar,” jelas Ariyanti.
Dari sisi kawasan, ekspor nonmigas ke negara ASEAN tercatat sebesar USD649,99 juta atau berkontribusi 22,31 persen terhadap total ekspor nonmigas. Sementara itu, ekspor ke Uni Eropa mencapai USD61,39 juta dengan kontribusi sebesar 2,11 persen. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo