Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Industri Ngegas 31 Persen, Tapi Tambang Masih Kuasai Ekspor Kaltim

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 6 April 2026 | 17:04 WIB
KUMULATIF: Sejak awal tahun, struktur ekspor Kaltim masih didominasi tambang dengan kontribusi 67,37 persen terhadap total ekspor. (RORO/KP)
KUMULATIF: Sejak awal tahun, struktur ekspor Kaltim masih didominasi tambang dengan kontribusi 67,37 persen terhadap total ekspor. (RORO/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja ekspor Kalimantan Timur pada Februari 2026 menunjukkan perbaikan secara bulanan, meski tekanan secara tahunan masih membayangi. Lonjakan sektor migas menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan nilai ekspor di tengah pelemahan sejumlah sektor lainnya.

Peningkatan ekspor pada Februari 2026 dibandingkan Januari 2026 terutama dipicu oleh melonjaknya ekspor sektor migas hingga 97,39 persen. Nilai ekspor migas tercatat naik dari USD115,94 juta menjadi USD228,85 juta.

Dijelaskan Ketua Tim Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Ariyanti Cahyaningsih, bahwa di luar migas, hanya sektor industri yang mampu mencatatkan pertumbuhan pada periode tersebut.

Baca Juga: Rawan Rebutan, Jumlah Kursi Jenjang SD dan SMP di Bontang Merosot

“Peningkatan ekspor nonmigas hanya dialami oleh sektor hasil industri dengan peningkatan 31,06 persen. Sementara itu, ekspor hasil tambang dan hasil pertanian mengalami penurunan masing-masing 10,47 persen dan 5,65 persen,” ujarnya.

Pada Februari 2026, nilai ekspor sektor industri yakni USD405,42 juta, meningkat dari USD309,35 juta pada Januari 2026. Sebaliknya, sektor tambang yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor Kaltim justru turun menjadi USD1.036,72 juta dari sebelumnya USD1.158,00 juta.

Sektor pertanian juga mengalami penurunan, meski nilainya relatif kecil, yakni USD1,67 juta dari USD1,77 juta pada bulan sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan Februari 2025, kinerja ekspor menunjukkan tren penurunan baik pada sektor migas maupun nonmigas. Meski demikian, Ariyanti menyebut terdapat sektor yang masih mampu tumbuh secara tahunan.

Baca Juga: Properti Komersial Balikpapan Tertekan, Hotel dan Apartemen Alami Kontraksi Lebih Dalam

“Penurunan sektor nonmigas disebabkan karena turunnya ekspor hasil tambang 12,86 persen meskipun ekspor hasil industri dan hasil pertanian mengalami peningkatan masing-masing 1,03 persen dan 15,17 persen,” jelasnya.

Secara kumulatif selama Januari hingga Februari 2026, struktur ekspor Kaltim masih didominasi oleh sektor tambang dengan kontribusi mencapai 67,37 persen terhadap total ekspor. Sektor industri menyusul dengan peranan 21,94 persen, sementara sektor migas berada di posisi ketiga dengan kontribusi 10,58 persen. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#ekspor Kaltim 2026 #industri Kaltim #sektor tambang Kaltim #struktur ekspor Kaltim #Ekonomi Kaltim