Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Impor Kaltim "Tiarap" di Februari: Konsumsi hingga Bahan Baku Kompak Turun, Ada Apa dengan Industri Kita?

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 8 April 2026 | 17:05 WIB
TEKANAN: Mulai impor barang konsumsi, bahan baku, maupun barang modal kompak turun pada Februari. (RORO/KP)
TEKANAN: Mulai impor barang konsumsi, bahan baku, maupun barang modal kompak turun pada Februari. (RORO/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja impor Kalimantan Timur pada Februari 2026 mengalami tekanan di hampir seluruh kelompok penggunaan barang. Penurunan terjadi merata, baik pada barang konsumsi, bahan baku, maupun barang modal.

Penurunan terdalam secara bulanan terjadi pada golongan bahan baku/penolong yang turun 46,23 persen dibandingkan Januari 2026. Sementara itu, impor barang modal turun 23,16 persen dan barang konsumsi turun 19,15 persen.

Dijelaskan Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kaltim, Ariyanti Cahyaningsih, bahwa penurunan tersebut mencerminkan berkurangnya kebutuhan impor di berbagai sektor.

Jika dibandingkan dengan Februari 2025, penurunan impor terlihat lebih dalam. Barang konsumsi tercatat turun hingga 70,08 persen, diikuti barang modal sebesar 64,94 persen, dan bahan baku/penolong 22,41 persen.

Baca Juga: Impor Nonmigas Kaltim Meroket 86 Persen, Pasokan dari Malaysia dan Maroko Melonjak Drastis, Ada Apa?

Meski mengalami penurunan, struktur impor Kaltim masih didominasi oleh bahan baku/penolong. "Sepanjang Januari hingga Februari 2026, kelompok ini mencatat nilai USD949,88 juta atau berkontribusi 96,42 persen terhadap total impor," ungkapnya.

Dia menegaskan dominasi tersebut menunjukkan karakteristik kebutuhan impor daerah yang masih bertumpu pada sektor produksi. “Impor didominasi oleh golongan bahan baku/penolong 96,42 persen, diikuti barang modal 3,49 persen, dan barang konsumsi 0,09 persen,” jelasnya.

Dari sisi pelabuhan bongkar, aktivitas impor juga mengalami penurunan sejalan dengan melemahnya nilai impor. Pada Februari 2026, tiga pelabuhan utama masih menjadi pintu masuk terbesar barang impor.

Pelabuhan Balikpapan mencatat nilai impor USD292,59 juta, jauh mendominasi dibanding pelabuhan lainnya. Disusul Pelabuhan Kariangau USD19,16 juta dan Pelabuhan Sepinggan USD14,27 juta.

Baca Juga: Anggaran Pusat Dipangkas, Target Rehabilitasi RTLH Kaltim Merosot Tajam dari 500 Unit Jadi Hanya 11 Unit

Namun secara keseluruhan, nilai impor melalui lima pelabuhan utama turun signifikan 42,53 persen. "Dari USD603,29 juta pada Januari 2026 menjadi USD346,74 juta pada Februari 2026," lanjut Ariyanti. Dominasi Pelabuhan Balikpapan juga terlihat dari kontribusinya sepanjang awal tahun.

“Selama Januari-Februari 2026, nilai impor Pelabuhan Balikpapan menyumbang 86,85 persen terhadap total impor, diikuti Kariangau 3,31 persen dan Sepinggan 2,81 persen,” paparnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#impor Kaltim Februari 2026 #Impor Bahan Baku #BPS KALTIM #Ekonomi Kalimantan Timur #pelabuhan balikpapan