Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bawa Pesan Presiden ke Makodam VI/Mulawarman, Raffi Ahmad Sebut Ekonomi Kreatif Kaltim Bukan Lagi Sektor Pelengkap

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 8 April 2026 | 18:17 WIB
PANUTAN: Raffi Ahmad selaku utusan khusus Presiden di bidang pembinaan generasi muda dan pekerja seni menyambangi Makodam VI/Mulawarman dalam agenda Komunikasi Sosial Kreatif, Rabu (8/4). ULIL/KP
PANUTAN: Raffi Ahmad selaku utusan khusus Presiden di bidang pembinaan generasi muda dan pekerja seni menyambangi Makodam VI/Mulawarman dalam agenda Komunikasi Sosial Kreatif, Rabu (8/4). ULIL/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Wajah ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) ke depan dipastikan tak lagi hanya bergantung pada lubang tambang atau hamparan sawit. Sektor ekonomi kreatif (ekraf) terus dikebut dan diproyeksikan menjadi tulang punggung baru yang sangat strategis bagi pertumbuhan nasional.

Sinyal kuat itu dibawa langsung oleh Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, saat menyambangi Makodam VI/Mulawarman dalam agenda Komunikasi Sosial Kreatif, Rabu (8/4).

Bagi Raffi, angka 26 juta tenaga kerja yang kini menggantungkan hidup di sektor ekraf secara nasional adalah bukti bahwa industri ini punya tenaga kuda yang luar biasa.

“Indonesia itu memiliki lebih dari 26 juta tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif. Ini angka yang sangat besar dan menunjukkan potensi luar biasa,” ucap pria yang dikenal sebagai aktor, MC papan atas hingga pengusaha muda itu.

Baca Juga: Prabowo Umumkan Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta Meski Harga Avtur Naik, Ini Rinciannya

Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan masifnya penggunaan media sosial menjadi katalis utama pertumbuhan sektor ini. Dengan lebih dari 190 juta pengguna media sosial di Indonesia, ruang distribusi karya kini semakin terbuka luas tanpa batas geografis.

“Sekarang dunia itu tanpa batas karena teknologi. Media sosial membuka peluang besar bagi siapa saja untuk berkarya dan dikenal,” tambahnya.

Di Kalimantan Timur, potensi ini dinilai semakin relevan seiring dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Daerah ini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru, termasuk dalam industri kreatif berbasis digital, seni, dan budaya lokal.

Raffi juga menekankan pentingnya kesiapan mental generasi muda dalam menghadapi era keterbukaan informasi. Menurutnya, derasnya arus kritik di media sosial harus dihadapi dengan ketahanan mental yang kuat.

Baca Juga: Pelajar SMP di Kubar Kini Dibekali Jurus Membaca Cepat, Modal Taklukkan Asesmen Nasional

“Anak muda sekarang harus punya mental yang kuat. Jangan mudah baper, karena kritik itu bagian dari proses berkembang,” katanya.

Kesempatan itu, Raffi bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono juga menyaksikan berbagai pertunjukan seni baik tari, musik, melihat stan UMKM, hingga melakukan pelepasan burung maupun melakukan penanaman pohon dihalaman depan Makodam.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan komunitas kreatif menjadi penting dalam menciptakan ekosistem yang sehat. "Kegiatan seperti yang digelar Kodam VI/Mulawarman mampu menjadi ruang temu antara kreativitas dan pembinaan karakter," kata Raffi.

Dengan kombinasi potensi sumber daya manusia, penetrasi digital, serta dukungan institusi, ekonomi kreatif di Kalimantan Timur diyakini mampu menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa tahun ke depan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Kodam VI/Mulawarman #Raffi Ahmad Balikpapan #Ekonomi Kreatif Kaltim #ibu kota nusantara #Generasi Muda Kaltim