Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Cuaca di Kaltim Makin Panas, Waspada Ayam Broiler dan Petelur Paling Terdampak

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 9 April 2026 | 11:31 WIB
TERDAMPAK: Kelompok unggas paling rentan terhadap cuaca panas ekstrem, dampaknya bisa menurunkan produksi telur hingga kematian. (RORO/KP)
TERDAMPAK: Kelompok unggas paling rentan terhadap cuaca panas ekstrem, dampaknya bisa menurunkan produksi telur hingga kematian. (RORO/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Prediksi fenomena “Godzilla El Nino” yang membawa musim kemarau lebih panjang dan panas mulai memicu kekhawatiran di sektor peternakan. Di antara berbagai jenis ternak, unggas menjadi yang paling rentan terdampak kondisi cuaca ekstrem tersebut. 

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut, fenomena itu sebagai “Godzilla El Nino” karena skalanya yang besar dan dampaknya yang signifikan. BMKG memprediksi kondisi panas akan mulai terasa sejak April 2026, dan berpotensi mencapai puncaknya pada pertengahan hingga akhir tahun. Kondisi itu berdampak langsung pada sektor peternakan unggas yang sensitif terhadap perubahan suhu. 

Baca Juga: Bekali Calon Jamaah, Wabup Kubar Buka Manasik Haji Terintegrasi 2026  

Fungsional Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim Maulana Firmansyah mengatakan, ayam pedaging dan petelur menjadi kelompok paling terdampak. “Yang sensitif itu di unggas, broiler atau ayam potong sama petelur. Itu yang mungkin paling berdampak,” ungkapnya.

Menurutnya, unggas memiliki tingkat produktivitas tinggi sehingga lebih mudah mengalami stres saat lingkungan tidak mendukung, terutama saat suhu meningkat drastis. 

“Kalau lingkungannya kurang mendukung itu cepat stres. Karena memang dituntut produktivitasnya tinggi,” imbuhnya. Dampak heat stress pada unggas cukup serius. Produksi telur dapat menurun pada ayam petelur, sementara pada ayam pedaging risiko kematian meningkat.

Baca Juga: Update Longsor Sumedang Hari Ini: 1 Warga Masih Tertimbun, Evakuasi Terkendala Tanah Labil

Situasi itu membuat peternak perlu lebih waspada, terutama dalam menghadapi potensi kemarau panjang akibat El Nino. Pengelolaan lingkungan kandang menjadi faktor penting untuk menjaga kondisi ternak tetap stabil.

Meski sampai saat ini belum ada laporan di Kaltim, potensi dampak tetap harus diantisipasi. Dengan suhu yang diprediksi semakin panas, tekanan terhadap produktivitas unggas berpeluang meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Maulana mengimbau peternak aktif melaporkan jika ada kondisi tertentu. (*)

Editor : Dwi Restu A
#produksi #Ayam petelur #el nino #kaltim #Terdampak