Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

IHSG Terkoreksi Dalam, Asing Lepas Saham Rp 23,34 Triliun

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 9 April 2026 | 11:34 WIB
MELEMAH: IHSG pada akhir Maret melemah signifikan. Aktivitas transaksi juga mengalami perlambatan.
MELEMAH: IHSG pada akhir Maret melemah signifikan. Aktivitas transaksi juga mengalami perlambatan.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Tekanan global mulai terasa kuat di pasar keuangan domestik. Sepanjang Maret 2026, pergerakan pasar saham nasional menunjukkan dinamika tinggi seiring meningkatnya ketidakpastian global. Disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara) Misran Pasaribu, kondisi tersebut tidak lepas dari gejolak geopolitik yang masih berlangsung.

“Pasar saham domestik menunjukkan pergerakan yang dinamis pada Maret 2026, sebagaimana juga dialami oleh bursa global dan regional. Peningkatan volatilitas dipicu masih berlanjutnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah,” ujarnya.

Tekanan tersebut tercermin pada kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 7.048,22 per akhir Maret 2026, terkoreksi 14,42 persen secara month-to-month (mtm) atau 18,49 persen secara year-to-date (ytd).

Tidak hanya itu, aktivitas transaksi juga mengalami perlambatan. Pelaku pasar cenderung mengambil sikap hati-hati di tengah ketidakpastian global. Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) di pasar saham pada periode laporan tercatat Rp 20,66 triliun, mengalami moderasi dibandingkan angka RNTH bulan Februari 2026 (Rp 25,62 triliun) seiring langkah wait-and-see pelaku pasar di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga: Bekali Calon Jamaah, Wabup Kubar Buka Manasik Haji Terintegrasi 2026  

Dari sisi likuiditas, kondisi pasar masih relatif terjaga meski tekanan meningkat. “Dari sisi likuiditas, rata-rata bid-ask spread di pasar saham pada Maret 2026 tetap terjaga yaitu 1,55 kali (Februari 2026: 1,24 kali),” ungkapnya.

Namun, tekanan paling terasa datang dari arus modal asing. Investor global tercatat melakukan aksi jual besar-besaran di pasar saham domestik. Membukukan net sell di pasar saham Rp 23,34 triliun (Februari 2026: net buy Rp 0,36 triliun), dengan lonjakan jual oleh asing disebabkan adanya transaksi di pasar negosiasi pada saham sejumlah emiten. (*)

Editor : Sukri Sikki
#timur tengah #global #OJK Kaltim dan Kaltara #pasar saham