Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Efisiensi Anggaran Bikin Okupansi Hotel Turun, MICE Berkurang hingga Mahalnya Harga Tiket Pesawat Turut Jadi Pemicu

Ulil Mu'Awanah • Kamis, 16 April 2026 | 07:35 WIB
Tingkat hunian perhotelan belakangan mengalami tantangan yang berat.
Tingkat hunian perhotelan belakangan mengalami tantangan yang berat.

KALTIMPOST.ID-Industri perhotelan di Balikpapan tengah menghadapi tekanan akibat penurunan tingkat hunian.

Sejumlah faktor eksternal seperti kenaikan harga tiket pesawat, efisiensi anggaran, hingga berkurangnya kegiatan meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE) menjadi penyebab utama kondisi tersebut.

Di tengah kondisi sekarang, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Soegianto mengungkapkan, mahalnya biaya transportasi menjadi kendala besar dalam mendatangkan tamu ke Balikpapan. Bahkan, harga tiket yang tinggi membuat banyak agenda perjalanan dan kegiatan harus ditunda atau dibatalkan.

“Sekarang biaya perjalanan mahal. Tiket pesawat tinggi, sehingga banyak kegiatan yang harusnya bisa digelar jadi tertunda. Ini sangat berdampak ke hotel,” katanya.

Selain itu, perubahan tren juga turut memengaruhi industri. Generasi muda kini lebih memilih konsep acara yang sederhana dan intim, seperti pernikahan dengan skala kecil. Hal ini berbeda dengan tren sebelumnya yang cenderung menggelar acara besar di hotel.

Baca Juga: Polres Kubar Ungkap 14 Kasus Narkoba pada Awal 2026, dengan Mengamankan 19 Tersangka dan Menyita 305 Gram Sabu-Sabu

Menghadapi kondisi tersebut, pelaku usaha dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Soegianto menekankan pentingnya menciptakan program dan event mandiri yang mampu menarik minat pasar.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan kegiatan pemerintah atau MICE. Hotel harus bisa membuat inovasi sendiri untuk mendatangkan tamu,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya fokus pada kepuasan pelanggan sebagai kunci bertahan di tengah persaingan. Menurutnya, pelayanan yang baik dan pengalaman yang memuaskan akan mendorong loyalitas pelanggan. “Intinya customer. Kita harus bisa mengambil hati tamu supaya mereka mau datang kembali,” tambahnya.

Di tengah berbagai tantangan, sektor perhotelan tetap memiliki peluang untuk berkembang, terutama jika mampu beradaptasi dengan perubahan tren dan kebutuhan pasar. Inovasi, kolaborasi, serta peningkatan kualitas layanan menjadi strategi utama untuk menjaga keberlangsungan bisnis.

“Syukur-syukur jika okupansi hotel bisa stabil di angka 60-70 persen. Tapi sementara ini kondisinya masih belum begitu. Kita harap bisa kembali normal lah dan harga tiket pesawat juga kembali turun,” tuturnya. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #hotel platinum balikpapan #okupansi hotel #ibu kota nusantara #Kutai Barat