KALTIMPOST.ID,SAMARINDA – Di tengah dinamika ekonomi global dan nasional, sektor pembiayaan kendaraan di Samarinda masih menunjukkan kondisi yang relatif sehat. Terpantau dari rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) yang tetap terkendali.
Area Manager Sales Astra Credit Companies (ACC) Kalimantan, Willy Winardi, menyampaikan bahwa kinerja pembiayaan perusahaan masih berada dalam batas aman, bahkan di bawah rata-rata industri. "Kalau secara nasional, NPF kami masih di bawah 1 persen. Itu artinya masih sangat sehat dan terkendali,” ujarnya.
Willy menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari penerapan prinsip kehati-hatian (prudential) sejak awal proses pembiayaan. Menurutnya, ACC tidak hanya mengejar volume penyaluran kredit, tetapi juga menjaga kualitas pembiayaan agar tetap berkelanjutan.
Dalam proses akuisisi konsumen, ACC melakukan penyaringan ketat dengan memanfaatkan integrasi data dari berbagai pihak. Mulai dari data kependudukan hingga sistem informasi kredit nasional yang memungkinkan perusahaan menilai profil risiko calon konsumen secara lebih akurat. “Kami benar-benar selektif sejak awal. Semua data customer kami teliti. Ini juga sesuai dengan arahan dari OJK,” tegasnya.
Dia menambahkan, prinsip tersebut sejalan dengan misi perusahaan untuk mendorong pembiayaan yang berdampak positif bagi kehidupan konsumen. "Kami tidak ingin konsumen mengambil kredit justru memperburuk kondisi keuangannya. Harus benar-benar untuk meningkatkan kualitas hidup,” tambahnya.
Di sisi lain, Willy menilai wilayah Kalimantan, khususnya Samarinda dan sekitarnya, masih memiliki peluang besar di sektor otomotif. Dibandingkan wilayah lain seperti Pulau Jawa, dampak tekanan global termasuk konflik geopolitik dan fluktuasi ekonomi, dinilai lebih kecil. “Kalimantan ini salah satu basis market yang dampaknya lebih kecil. Jadi opportunity-nya masih besar,” katanya.
Dia menyebut Samarinda, Kutai Kartanegara, dan kawasan sekitarnya sebagai salah satu pasar terbesar di Kaltim. Hal tersebut menjadi alasan ACC terus memperkuat kehadiran dan kolaborasi dengan dealer di wilayah tersebut.
Sebagai bentuk dukungan terhadap industri otomotif lokal, ACC juga menggelar berbagai program promosi dan event bersama dealer. Strategi itu ditujukan untuk mendorong minat beli masyarakat yang sempat tertahan.
“Kami ingin menciptakan momentum agar masyarakat yang masih ragu bisa mengambil keputusan. Dengan promo yang tepat, harapannya penjualan bisa terdorong,” jelasnya.
Willy optimistis, dengan kondisi NPF yang tetap terjaga serta peluang pasar yang masih terbuka, sektor pembiayaan kendaraan di Samarinda akan tetap tumbuh positif ke depan. (*)
Editor : Ismet Rifani