KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Lesunya industri berbasis komoditas, terutama sektor pertambangan, mulai mengirimkan "gelombang dingin" ke pasar otomotif di Kalimantan Timur.
Segmen kendaraan komersial yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan kini harus menghadapi tekanan berat akibat penurunan permintaan pasar. Hal itu disampaikan oleh Achmad Nur dari Isuzu Borneo Auto Cemerlang.
“Untuk dari produk kami di kelas komersial, kami sangat-sangat terdampak dengan (kondisi ekonomi) akhir-akhir ini, dengan menurunnya market. Di kendaraan niaga juga ada penurunan," ujarnya.
Menurutnya, penurunan juga tidak lepas dari melemahnya aktivitas di sektor tambang yang selama ini menjadi penopang utama permintaan kendaraan niaga. “Karena market di tambang banyak penurunan, jadi memang angka kami tergerus di situ,” lanjutnya.
Dalam kondisi tersebut, Isuzu kini mengalihkan fokus penjualan ke segmen ritel, terutama kendaraan pick up. “Jadi fokus kami sekarang ke distributor retail dengan kelas pick up kami traga dan truk enam roda kami juga,” jelas Achmad.
Dia menambahkan bahwa saat ini kontribusi terbesar penjualan masih ditopang kendaraan niaga ringan. Menunjukkan bahwa segmen kendaraan niaga menjadi yang paling rentan terhadap fluktuasi ekonomi, khususnya yang berkaitan langsung dengan industri berbasis komoditas seperti tambang. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo