Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Hanya Separuh Kamar Terisi, Tingkat Penghunian Hotel di Balikpapan Turun Tipis pada Februari 2026

Ulil Mu'Awanah • Senin, 20 April 2026 | 19:32 WIB
TURUN TIPIS: Okupansi hotel di Balikpapan pada Februari 2026 bertengger di angka 50,42 persen.
TURUN TIPIS: Okupansi hotel di Balikpapan pada Februari 2026 bertengger di angka 50,42 persen.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Geliat industri perhotelan di Kota Beriman nampaknya masih harus berjuang melewati fase low season. Memasuki bulan kedua tahun ini, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Balikpapan menunjukkan tren yang belum sepenuhnya "sehat" akibat penurunan aktivitas kunjungan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, okupansi hotel pada Februari 2026 bertengger di angka 50,42 persen. Jika dikomparasi dengan Januari 2026 yang mencapai 54,79 persen, terjadi penurunan cukup tajam sebesar 4,37 poin. Sementara jika menengok posisi tahunan (YoY), angka ini juga melandai 5,16 poin dibanding Februari 2025.

Kepala BPS Balikpapan, Marinda Dama Prianto, mengungkapkan bahwa tren ini mencerminkan dinamika permintaan kamar yang cenderung melemah di awal tahun.

“Penurunan ini menjadi sinyal adanya perlambatan aktivitas kunjungan, baik untuk keperluan wisata maupun perjalanan bisnis setelah periode puncak libur berakhir,” jelas Marinda.

Baca Juga: Bangun Budaya Kerja yang Sehat, Pegadaian Geber Pekan Olahraga 2026 

Jika dibedah berdasarkan klasifikasi, hotel bintang 3 menjadi primadona dengan okupansi tertinggi mencapai 57,64 persen. Sebaliknya, rapor merah terlihat di hotel bintang 1 dan 2 yang hanya mampu mencatatkan angka 36,03 persen. Adapun hotel bintang 4 dan 5 masing-masing membukukan okupansi 47,66 persen dan 54,71 persen.

Sebagai gambaran sederhana: dari setiap 100 kamar yang tersedia di Balikpapan sepanjang Februari lalu, hanya sekitar 50 kamar yang laku disewa. Di hotel bintang 3, terdapat 58 kamar yang terisi, sementara di hotel kelas bawah hanya sekitar 36 kamar yang berpenghuni.

Sorotan tajam tertuju pada segmen premium. Hotel bintang 5 tercatat mengalami koreksi paling dalam, yakni turun 7,99 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa pasar kelas atas pun tak luput dari imbas penurunan permintaan perjalanan bisnis maupun leisure.

Meski secara bulanan merosot, Marinda memberikan catatan positif untuk hotel bintang 5. Jika dibandingkan dengan periode Februari 2025 (YoY), segmen ini sebenarnya masih tumbuh 6,76 poin. Ini menunjukkan adanya perluasan pasar premium dalam jangka panjang di Balikpapan.

Baca Juga: Stabilitas Politik dan Ekonomi Kaltim: Fondasi yang Tidak Boleh Diguncang

“Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pelaku industri perhotelan untuk kembali mengoptimalkan strategi pemasaran dan inovasi layanan, terutama saat menghadapi periode sepi kunjungan agar performa bisnis tetap terjaga,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Tingkat Penghunian Kamar 2026 #Bisnis Perhotelan Kaltim #okupansi hotel Balikpapan #BPS Balikpapan