Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Rata-rata Lama Menginap Tamu Hotel Balikpapan Naik, Pasar Nusantara Jadi Penopang Utama

Ulil Mu'Awanah • Senin, 20 April 2026 | 19:37 WIB
PASAR: Pasar domestik jadi penopang utama kunjungan hotel di Kota Beriman.
PASAR: Pasar domestik jadi penopang utama kunjungan hotel di Kota Beriman.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kabar baik berembus dari sektor industri perhotelan di Kota Beriman. Di tengah grafik okupansi kamar yang cenderung fluktuatif, rata-rata lama menginap (length of stay) tamu di hotel berbintang justru menunjukkan tren yang menggembirakan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan pada Februari 2026, durasi menginap tamu tercatat mencapai 1,83 hari. Angka ini meningkat dibanding Januari 2026 yang hanya berada di level 1,62 hari, atau mengalami kenaikan sebesar 0,21 poin.

Visualisasinya sederhana: jika sebelumnya mayoritas tamu hanya singgah sekitar 1,6 hari, kini mereka cenderung menghabiskan waktu mendekati dua hari penuh di hotel.

“Meskipun jumlah tamu mungkin mengalami penurunan, durasi tinggal mereka yang lebih lama menjadi indikator penting. Ini berarti potensi pengeluaran per tamu (spending per guest) justru berpeluang meningkat,” ungkap Kepala BPS Balikpapan, Marinda Dama Prianto.

Baca Juga: Hanya Separuh Kamar Terisi, Tingkat Penghunian Hotel di Balikpapan Turun Tipis pada Februari 2026

Marinda menilai fenomena ini sebagai sinyal penguatan kualitas kunjungan. Namun, peningkatan ini terpantau tidak merata di semua segmen. Tamu mancanegara atau tamu asing justru menunjukkan tren sebaliknya; rata-rata lama menginap mereka terkoreksi dari 2,88 hari pada Januari menjadi 2,39 hari pada Februari 2026.

Nasib berbeda dialami segmen pasar domestik. Tamu nusantara justru kian "betah" dengan peningkatan durasi inap dari 1,60 hari menjadi 1,82 hari. “Peningkatan lama menginap tamu nusantara menegaskan bahwa pasar domestik masih menjadi tulang punggung utama sektor perhotelan di Balikpapan saat ini,” imbuh Marinda.

Secara tahunan (YoY), tren ini juga memperlihatkan grafik perbaikan. Jika dibandingkan dengan Februari 2025 yang hanya 1,59 hari, angka saat ini naik sebesar 0,24 poin. Pergeseran perilaku ini mengindikasikan bahwa para pelancong maupun pelaku perjalanan bisnis mulai mengubah pola kunjungannya menjadi lebih berkualitas dengan waktu tinggal yang lebih lama.

“Hal ini menjadi angin segar bagi ekonomi lokal. Semakin lama tamu tinggal, maka perputaran uang di sektor pendukung seperti kuliner, transportasi, hingga UMKM oleh-oleh juga akan ikut terdongkrak,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#lama menginap hotel Balikpapan #Hotel Berbintang Kaltim #Ekonomi Lokal Balikpapan #Pariwisata Balikpapan #wisatawan nusantara