KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Di balik peluang besar yang terbuka, pengusaha perempuan masih menghadapi sejumlah tantangan yang tidak ringan. Mulai dari peran ganda hingga akses permodalan, semua menjadi bagian dari dinamika yang harus dikelola dengan cermat.
Salah satunya Indah Purwanti, dia menyebut tantangan paling nyata adalah membagi peran antara bisnis, keluarga, dan kehidupan sosial. Menurutnya, perempuan sering kali harus menjalankan banyak peran sekaligus dalam waktu bersamaan.
“Wanita itu berperan ganda. Sebagai istri dan ibu, tapi juga harus menjalankan bisnis dan membangun relasi untuk membuka jaringan,” jelas Wakil Ketua I Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kutai Kartanegara tersebut.
Selain itu, akses terhadap modal dan jaringan masih menjadi kendala, khususnya bagi pengusaha perempuan pemula. Meski secara formal tidak ada perbedaan, dalam praktiknya masih ada hambatan yang dirasakan. “Saya kira banyak perempuan, terutama yang baru memulai, masih cukup sulit mendapatkan akses modal dan jaringan,” katanya.
Baca Juga: Kartini di Masa Kini: Indah Purwanti Tekankan Keberanian dan Inovasi di Dunia Usaha
Namun, di balik tantangan tersebut, peluang justru terbuka lebar. Indah melihat banyak program dari pemerintah maupun swasta yang kini secara khusus mendukung pemberdayaan pengusaha perempuan. “Sekarang banyak pelatihan yang memang mengutamakan perempuan. Itu peluang besar untuk berkembang,” jelasnya.
Dia juga menyoroti pentingnya kekuatan komunitas sebagai sarana memperluas jaringan dan pasar. Salah satunya melalui Iwapi, yang dinilainya mampu menjadi wadah kolaborasi dan dukungan antar pengusaha perempuan. “Di organisasi seperti Iwapi, kita saling support. Bisa saling membeli produk, memberi masukan, bahkan jadi pasar langsung,” bebernya.
Dalam menjaga keseimbangan antara bisnis dan keluarga, Indah menekankan pentingnya manajemen waktu dan penentuan prioritas. Dia menyarankan agar pelaku usaha perempuan membuat jadwal yang jelas antara pekerjaan dan waktu keluarga. “Misalnya Senin sampai Jumat fokus kerja, akhir pekan untuk keluarga. Jangan sampai keluarga tertinggal,” tuturnya.
Selain itu, kemampuan delegasi juga menjadi kunci agar bisnis tetap berjalan tanpa mengorbankan kehidupan pribadi. “Tidak semua harus dikerjakan sendiri. Delegasi itu penting agar usaha bisa berkembang tanpa mengorbankan hidup pribadi,” tegasnya.
Baca Juga: Midtown Hotels Indonesia Hidupkan Semangat Kartini dengan Perkuat Pemberdayaan Perempuan
Dia juga mengingatkan pentingnya komunikasi terbuka dengan keluarga, terutama pasangan dan anak. Menurutnya, kualitas waktu bersama jauh lebih penting daripada sekadar kuantitas. “Kadang bukan soal waktu yang sedikit, tapi kurangnya perhatian yang berkualitas,” kata perempuan yang memulai usaha sejak 2019 itu.
Di sisi lain, menjaga kepercayaan investor menjadi hal krusial dalam perjalanan bisnis. Indah menilai kepercayaan adalah fondasi utama untuk membuka peluang yang lebih besar. “Ketika kita amanah dan menjaga kepercayaan, investor akan terus support. Dari situ kita bisa membuka peluang dan jaringan baru,” pungkasnya.
Dengan berbagai tantangan dan peluang yang berjalan beriringan, Indah menegaskan bahwa kunci utama bagi pengusaha perempuan adalah kemampuan mengelola keduanya menjadi kekuatan untuk terus maju. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo