KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tren penurunan jumlah penumpang angkutan udara domestik di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan pada Februari 2026 menjadi alarm bagi ekonomi daerah. Data menunjukkan, total penumpang domestik hanya mencapai 302.612 orang, turun 22,22 persen dibandingkan Januari 2026.
Penurunan ini tidak hanya terjadi pada penumpang berangkat yang tercatat 136.136 orang atau turun 17,99 persen, tetapi juga pada penumpang datang yang turun lebih dalam, yakni 25,37 persen menjadi 166.476 orang. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, tren penurunan juga terlihat, masing-masing sebesar 19,64 persen untuk keberangkatan dan 13,24 persen untuk kedatangan.
“Mobilitas udara sering kali mencerminkan aktivitas ekonomi kelas menengah. Ketika terjadi penurunan, ini bisa menjadi sinyal bahwa masyarakat mulai menahan pengeluaran, terutama untuk perjalanan non-esensial,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama.
Baca Juga: Kartini di Masa Kini: Indah Purwanti Tekankan Keberanian dan Inovasi di Dunia Usaha
Ia menjelaskan bahwa penurunan ini tidak bisa dilepaskan dari berbagai faktor, termasuk kondisi global yang membuat penyesuaian daya beli masyarakat. Ia menambahkan, turunnya jumlah penumpang datang juga memberi sinyal berkurangnya arus kunjungan ke Balikpapan, baik untuk bisnis maupun wisata. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi sektor turunan seperti perhotelan, restoran, hingga transportasi lokal.
Meski demikian, Marinda menilai kondisi ini masih bersifat temporer. “Kami melihat pola ini cenderung siklikal. Namun tetap perlu diwaspadai jika tren penurunan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, karena bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan,” katanya.
Pelaku usaha di sektor jasa pun mulai merasakan dampaknya. Beberapa hotel mencatat tingkat okupansi menurun dibandingkan awal tahun. Jika tren ini terus berlanjut, maka tekanan terhadap sektor konsumsi rumah tangga di Balikpapan bisa semakin nyata pada triwulan pertama 2026.
Baca Juga: Peran Ganda hingga Akses Modal: Tantangan Nyata Pengusaha Perempuan Menurut Indah Purwanti
"Okupansi hotel di Balikpapan saat ini 30-50 persen," timpal Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Soegianto. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo