KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kinerja angkutan udara internasional di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan pada Februari 2026 menunjukkan pelemahan yang cukup tajam. Total penumpang tercatat hanya 9.497 orang, turun 21,25 persen dibandingkan Januari 2026.
Penurunan paling mencolok terjadi pada penumpang datang dari luar negeri yang turun 23,30 persen menjadi 4.856 orang. Sementara itu, penumpang berangkat ke luar negeri tercatat 4.641 orang atau turun 18,99 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama menyebut, angka ini mencerminkan melemahnya konektivitas internasional Balikpapan dalam jangka pendek.
“Penurunan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari berkurangnya frekuensi penerbangan internasional hingga dinamika ekonomi global yang mempengaruhi mobilitas lintas negara,” jelasnya.
Jika dibandingkan dengan Februari 2025, penurunan juga masih terjadi meski lebih tipis, yakni 4,03 persen untuk keberangkatan dan 0,47 persen untuk kedatangan. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan penerbangan internasional belum sepenuhnya stabil.
Menurut Marinda, kondisi ini perlu menjadi perhatian karena Balikpapan memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Konektivitas internasional sangat penting untuk mendukung investasi, pariwisata, dan aktivitas bisnis. Jika mobilitas ini melemah, maka efeknya bisa meluas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah dan pemangku kepentingan perlu mendorong kembali pembukaan rute internasional serta meningkatkan daya tarik investasi. “Momentum pembangunan IKN seharusnya bisa menjadi katalis untuk meningkatkan arus penumpang internasional,” katanya.
Baca Juga: Kartini di Masa Kini: Indah Purwanti Tekankan Keberanian dan Inovasi di Dunia Usaha
Di sisi lain, pelaku industri pariwisata juga mulai merasakan dampaknya. Penurunan wisatawan mancanegara membuat sejumlah agen perjalanan harus menyesuaikan strategi pemasaran, dengan lebih fokus pada pasar domestik. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo