Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kenaikan BBM Picu Efisiensi dan PHK, Kadin Samarinda: Ribuan Tenaga Kerja Terdampak  

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 22 April 2026 | 12:20 WIB
Ketua Kadin Samarinda, Muhammad Ridwan. (IST)

 
Ketua Kadin Samarinda, Muhammad Ridwan. (IST)  

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai berdampak serius terhadap iklim usaha di Samarinda. Pelaku usaha terpaksa melakukan efisiensi hingga pengurangan tenaga kerja akibat lonjakan biaya operasional.

Dijelaskan Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Samarinda Muhammad Ridwan menyebut, kondisi tersebut sudah terjadi sejak awal 2026 dan dirasakan langsung oleh pelaku usaha di berbagai sektor.

“BBM naik, terus biaya operasional naik. Jadi beberapa teman sudah melakukan pengurangan,” ujarnya.

Ridwan menegaskan, gelombang efisiensi tidak hanya terjadi di satu sektor, tetapi meluas terutama pada industri yang berkaitan dengan tambang sebagai penopang utama ekonomi daerah.

“Sejak awal tahun. Jadi Kaltim kan ditopang dengan sektor tambang. Begitu tambang sudah turun berarti sektor penunjangnya, kontraktor, angkutan laut, industri penunjang kayak catering dan lain-lain sudah melakukan pengurangan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, dampak tersebut bahkan menyasar layanan-layanan rutin perusahaan yang sebelumnya menjadi kebutuhan wajib. "Biasan kan karyawa  ada medical check up (MCU) rutin, nah itu sudah enggak ada. Klinik-klinik yang kerja sama sama tambang itu sudah mulai. Catering juga sudah (tidak),” katanya.

Selain efisiensi operasional, sejumlah perusahaan juga mulai melakukan langkah penyelamatan keuangan. “Beberapa teman juga sudah melakukan restruktur terhadap pengajuan kreditnya di bank, minta perpanjangan,” ucapnya.

Ridwan menyebut, pengurangan tenaga kerja yang terjadi saat ini tidak sedikit, bahkan mencapai ribuan orang dari berbagai sektor. “Ribuan loh. Dari sektor kontraktor tambang, dari sektor pelayaran, dari sektor penunjang kesehatan untuk tambang, sama catering,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi saat ini memaksa pelaku usaha masuk dalam fase bertahan di tengah tekanan biaya dan perlambatan sektor utama. “Mode sekarang sudah lebih parah daripada Covid,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#muhammad ridwan #harga #bahan bakar minyak (bbm) #kadin samarinda #pelaku usaha