KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Perlambatan ekonomi di Kalimantan Timur mulai terlihat. Pertumbuhan yang selama ini berada di atas rata-rata nasional kini justru tertinggal, seiring tekanan pada sektor tambang dan kenaikan biaya operasional.
Hal itu diterangkan Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Samarinda Muhammad Ridwan, hal itu menjadi perhatian serius bagi dunia usaha di daerah. “Kita di bawah nasional loh. Saya baca di koran pertumbuhan ekonomi Kaltim itu 4,53 persen di bawahnya nasional (5,11 persen),” ujarnya.
Baca Juga: Kenaikan BBM Picu Efisiensi dan PHK, Kadin Samarinda: Ribuan Tenaga Kerja Terdampak
Dia menjelaskan, perlambatan tersebut tidak lepas dari ketergantungan ekonomi daerah terhadap sektor tambang, termasuk belum keluarnya sejumlah Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). “Apalagi RKB tambang ada beberapa yang belum keluar,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Ridwan menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat agar ekonomi tetap bergerak, terutama melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “UMKM itu yang sangat butuh penguatan, supaya daya beli masyarakat enggak turun,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan agar perputaran uang tetap terjadi di daerah dan tidak tertahan. “Uang yang beredar tetap harus berputar di masyarakat, jangan sampai nahan-nahan uang,” ujarnya.
Baca Juga: Nakhoda Baru, Ferlita Ananda Terpilih Pimpin KNPI Kubar
Selain itu, dia mendorong masyarakat untuk tetap berbelanja di daerah sendiri guna menjaga stabilitas ekonomi lokal. Ridwan juga meminta pemerintah pusat segera mempercepat kebijakan strategis di sektor tambang serta realisasi proyek pemerintah agar dampaknya cepat dirasakan masyarakat.
“Pemerintah pusat segera mengeluarkan RKAB yang di tambang, untuk proyek pemerintah cepat dilaksanakan, diketok palu, perubahan juga cepat dilaksanakan supaya dampaknya cepat terasa ke masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki