KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Peringatan Hari Bumi pada 22 April dimanfaatkan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan untuk menegaskan komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menjalankan kegiatan penghijauan di sempadan Sungai Karang Mumus, Samarinda.
“Momentum Hari Bumi menjadi pengingat bahwa upaya menjaga lingkungan harus terus dilakukan secara konsisten,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun, Rabu (22/4).
Dia menjelaskan, program penghijauan difokuskan pada bantaran Sungai Karang Mumus di Kelurahan Sempaja Timur. Penanaman vegetasi lokal dilakukan untuk membantu mengurangi erosi sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan di kawasan sempadan sungai.
Baca Juga: Turun Tipis 0,72 Persen, Daya Beli Petani Kaltim Tetap Tinggi di Level 148
“Kegiatan ini kami rancang sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Dia menambahkan, pelaksanaan program melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Tiga kelompok dasawisma di Kelurahan Sempaja Timur turut terlibat dalam proses penanaman serta perawatan vegetasi yang ditanam di sepanjang bantaran sungai.
“Keterlibatan masyarakat penting agar upaya pelestarian lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial saja,” tambahnya.
Selain penanaman tanaman, kegiatan ini juga disertai edukasi lingkungan kepada warga. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan cocoon, media tanam inovatif yang mampu menyimpan cadangan air bagi tanaman.
Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi Terbaru 2026: Roy Suryo Singgung Dugaan Ijazah Palsu Rismon
“Dengan teknik ini, tanaman dapat bertahan lebih lama karena suplai air tetap terjaga meski kondisi tanah kering,” ungkapnya.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menjaga lingkungan. Keterlibatan kelompok dasawisma dinilai dapat memperkuat kesadaran kolektif dalam merawat kawasan sempadan sungai.
“Kolaborasi dengan masyarakat menjadi kunci agar program lingkungan seperti ini bisa terus berjalan dan memberi dampak jangka panjang,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo