Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Balita di Cianjur Meninggal Usai Makan Bergizi Gratis, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya

Dwi Puspitarini • Senin, 27 April 2026 | 07:30 WIB
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang.

KALTIMPOST.ID, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi resmi terkait kabar meninggalnya seorang balita penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cianjur, Jawa Barat.

Hasil investigasi memastikan kematian korban tidak berkaitan dengan makanan yang disalurkan pemerintah.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa balita bernama M. Abdul Bais tersebut meninggal dunia karena faktor kesehatan lain, bukan karena keracunan atau dampak konsumsi menu MBG.

"Tidak benar meninggalnya bayi usia 2 tahun di Cianjur karena Program MBG," ujar Nanik dalam keterangan resminya, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga: Tegas! 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi MBG Disetop, Ada Apa?

Kronologi dan Temuan di Lapangan Berdasarkan data yang dihimpun BGN, terdapat rentan waktu dan faktor lain yang memicu kondisi kesehatan korban menurun setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis. Berikut adalah poin-poin faktanya:

·       Waktu Konsumsi: Makanan diberikan oleh SPPG Sukasirna 02 Leles pada Selasa, 14 April 2026, dan langsung habis dikonsumsi pada hari yang sama.

·       Menu yang Disajikan: Paket makanan terdiri dari mi kecap, telur dadar, susu, dan buah.

·       Konsumsi Tambahan: Pada malam hari setelah mengonsumsi MBG, orang tua memberikan tambahan makanan mandiri berupa apel dan susu formula.

·       Munculnya Gejala: Gejala muntah dan diare baru muncul dua hari kemudian, yakni pada Kamis, 16 April 2026.

Indikator Keamanan Pangan Nanik menjelaskan bahwa standar keamanan pangan pada hari tersebut terjaga dengan baik.

Baca Juga: Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik BGN Disorot DPR, Menkeu: Pernah Ditolak, Ini Faktanya

Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya laporan serupa dari ribuan penerima manfaat lainnya yang mengonsumsi menu yang sama.

“Dari total 2.174 penerima manfaat yang mengonsumsi MBG pada 14 April, tidak ditemukan adanya laporan gangguan kesehatan serupa. Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi,” jelas Nanik.

Pernyataan Ayah Almarhum Pihak keluarga almarhum juga menepis isu yang menyudutkan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Ayah almarhum, Sahjanudin (41), menegaskan bahwa kondisi anaknya murni disebabkan oleh penyakit.

Baca Juga: Antara Makan Bergizi Gratis, Subsidi BBM, Bagaimana Nasib Gaji PNS, Pensiunan dan CPNS 2026?

“Saya orang tua dari Abdul Bais menyatakan kematian anak saya ini murni karena sakit. Enggak ada hubungannya dengan dapur MBG SPPG Sukasirna 02 Leles,” ungkap Sahjanudin dengan tegar.

Meski telah dipastikan aman, pihak BGN tetap menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum atas kehilangan yang dialami.

Investigasi ini dilakukan untuk menjaga transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap keberlangsungan program pemenuhan gizi nasional.***

Editor : Dwi Puspitarini
#cianjur #Nanik Sudaryati Deyang #balita meninggal #BGN #Mbg