Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ekonomi Lesu, Penjualan di Pasar Inpres Kebun Sayur Anjlok 15 Persen, Pedagang Andalkan Inovasi Produk

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 28 April 2026 | 19:38 WIB
Plt UPTD Pasar Wilayah I Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan Cicae
Plt UPTD Pasar Wilayah I Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan Cicae

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pedagang pasar tradisional di Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan menghadapi tekanan penurunan penjualan, yang dipicu oleh dampak efisiensi serta perubahan aktivitas ekonomi masyarakat. Plt UPTD Pasar Wilayah I Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan Cicae menyebutkan, sejak awal tahun tren penjualan memang sudah mengalami penurunan.

Kondisi ini berimbas langsung pada kemampuan pedagang dalam memenuhi kewajiban retribusi. “Sejak awal tahun penjualan sudah turun. Penurunannya mencapai 15 persen. Efisiensi anggaran juga berpengaruh terhadap aktivitas jual beli di pasar,” tuturnya, Selasa (28/4).

Meski demikian, aktivitas perdagangan belum sepenuhnya berhenti. Ratusan pedagang masih bertahan menjalankan usahanya di tengah kondisi yang tidak mudah. Di Pasar Inpres, tercatat sebanyak 223 pedagang masih aktif, sementara di Pasar Penampungan A jumlahnya mencapai sekitar 265 pedagang. “Pedagang masih ada, masih bertahan hanya saja penjualannya ikut menurun,” kata Cicae.

Baca Juga: Klaim Data Tidak Utuh, Gubernur Rudy Mas'ud Sebut Anggaran Makan Minum 2026 Turun Jadi Rp 10 Miliar

"Sebelum ada efisiensi ini kan setidaknya akhir pekan ada kunjungan, tamu-tamu juga datang dari luar kota maupun luar pulau. Sekarang ya pembelinya warga lokal saja, jadi tidak seberapa," lanjutnya.

Di tengah tekanan tersebut, muncul upaya adaptasi yang coba dilakukan di akhir pekan untuk menarik kunjungan. Pedagang mulai berinovasi pada produk yang dijual, khususnya di sektor pakaian, aksesori, oleh-oleh dan kerajinan agar tidak monoton. Sekitar 30 persen pedagang di pasar ini memang bergerak di bidang kain, pakaian dan kerajinan tangan.

Tidak hanya dari sisi produk, peningkatan juga terlihat pada kemasan. Sejumlah pedagang mulai memperbaiki tampilan produknya setelah mengikuti pelatihan dan pembinaan dari pemerintah. “Packaging sudah mulai meningkat. Ada pedagang yang ikut pelatihan, jadi produknya lebih menarik,” ujar Cicae.

Baca Juga: Program Internet Gratis Desa di Kutai Barat Dievaluasi, Warga Diminta Waspada Pungli

Inovasi juga terlihat pada produk tas yang kini dikembangkan dengan memadukan berbagai bahan dan desain, mengikuti tren pasar yang lebih modern. Hal ini menjadi salah satu strategi pedagang untuk tetap menarik minat pembeli di tengah persaingan yang semakin ketat, termasuk dengan produk dari luar daerah.

"Sejumlah kerajinan, seperti tas dari pedagang terlihat lebih bervariasi sekarang. Kombinasi bahan dan desain yang mengikuti zaman membuat tas tersebut menjadi salah satu oleh-oleh ataupun cenderamata yang paling banyak dicari," ungkapnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Penjualan Pedagang Menurun #Oleh-oleh Khas Balikpapan #efisiensi anggaran #ekonomi Balikpapan #pasar inpres kebun sayur