KALTIMPOST.ID - Harga emas Antam kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Sabtu, 2 Mei 2026, setelah beberapa hari sebelumnya bergerak melemah.
Berdasarkan pembaruan terbaru dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam naik sebesar Rp30.000 per gram.
Harga emas Antam kini diperdagangkan di level Rp2.799.000 per gram, lebih tinggi dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp2.769.000 per gram.
Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga ikut mengalami kenaikan yang lebih besar.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini 2 Mei 2026: Lakuemas Naik Rp36 Ribu, Raja Emas Indonesia Stabil
Pada perdagangan hari ini, harga buyback tercatat naik Rp40.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.549.000 menjadi Rp2.589.000 per gram.
Dengan posisi harga saat ini, selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam tercatat sekitar Rp210.000 per gram atau setara sekitar 7,50 persen.
Sebagai informasi, pembaruan harga emas Antam dari Logam Mulia dilakukan secara berkala setiap hari Senin hingga Sabtu pada pukul 08.30 WIB.
Daftar lengkap harga emas Antam hari ini Sabtu, 2 Mei 2026:
0.5 gram: 1,449,500
1 gram: 2,799,000
2 gram: 5,538,000
3 gram: 8,282,000
5 gram: 13,770,000
10 gram: 27,485,000
25 gram: 68,587,000
50 gram: 137,095,000
100 gram: 274,112,000
250 gram: 685,015,000
500 gram: 1,369,820,000
1000 gram: 2,739,600,000
Pajak Pembelian dan Buyback Emas Antam
Selain memperhatikan harga, pembeli juga perlu memahami ketentuan pajak yang berlaku sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.
Pajak Pembelian (PPh 22):
- 0,45 persen bagi pembeli yang memiliki NPWP
- 0,9 persen bagi pembeli tanpa NPWP
Setiap transaksi pembelian emas akan disertai dengan bukti potong pajak.
Pajak Buyback (Penjualan Kembali):
Pajak ini berlaku untuk transaksi penjualan kembali dengan nilai di atas Rp10 juta, dengan ketentuan:
- 1,5 persen bagi pemilik NPWP
- 3 persen bagi non-NPWP
Pajak buyback tersebut akan langsung dipotong dari nilai transaksi saat penjualan kembali dilakukan.***
Editor : Dwi Puspitarini