KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di tengah pertumbuhan kredit yang cukup agresif, kualitas pembiayaan perbankan di Kalimantan Timur tetap terjaga. Terlihat dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang masih berada dalam batas aman.
Kredit investasi menjadi jenis pembiayaan dengan risiko paling rendah. Berdasarkan lokasi bank, NPL kredit investasi tercatat hanya 0,98 persen dari total kredit investasi senilai Rp50,09 triliun. Sementara jika dilihat dari lokasi penggunaan atau proyek, NPL kredit investasi bahkan lebih rendah lagi, yakni 0,72 persen dari total Rp90,04 triliun.
Kondisi tersebut menunjukkan kualitas kredit yang sehat. “Kredit investasi tercatat memiliki risiko paling rendah dibanding modal kerja dan konsumtif,” ungkap Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara) Misran Pasaribu.
Di sisi lain, kredit konsumtif dan modal kerja memang memiliki risiko yang lebih tinggi dibanding investasi. Namun demikian, levelnya masih terkendali. “NPL kredit konsumtif dan modal kerja masih terjaga di bawah 5 persen, baik berdasarkan lokasi bank maupun lokasi penggunaan atau proyek,” lanjut Misran.
Batas 5 persen merupakan ambang yang umum digunakan untuk menilai kesehatan kredit perbankan. Artinya, seluruh jenis kredit di Kaltim masih berada dalam kategori aman. Hal itu menjadi penting di tengah ekspansi kredit yang terus berlangsung. Risiko yang terkendali menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak diiringi dengan lonjakan kredit bermasalah. (*)
Editor : Ismet Rifani