KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Minat masyarakat Kalimantan Timur terhadap investasi saham terus menunjukkan tren menguat. Tidak hanya jumlah investor yang meningkat, nilai transaksi juga ikut terdongkrak dalam beberapa bulan terakhir.
Sampai dengan Februari 2026, jumlah investor saham di Kaltim yang tercermin dari Single Investor Identification (SID) tercatat sebanyak 175.226 investor. Angkanya tumbuh 8,11 persen dibandingkan posisi Desember 2025.
Tren tersebut merupakan indikator positif perkembangan pasar modal di daerah. “Jumlah investor instrumen pasar modal tahun 2026 di Kaltim terus mengalami peningkatan di setiap triwulannya,” ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara) Misran Pasaribu.
Seiring bertambahnya investor, aktivitas transaksi juga ikut meningkat. Nilai transaksi saham mencapai Rp 6,16 triliun. Jika melihat tren sepanjang periode sebelumnya, lonjakannya cukup signifikan.
Pada Juni 2025, nilai transaksi saham masih berada di kisaran Rp 2,38 triliun dengan jumlah investor sekitar 129 ribu SID. Angka tersebut kemudian meningkat pada September 2025 menjadi Rp 3,43 triliun dengan 144 ribu SID.
Tren berlanjut hingga Desember 2025 yang mencapai Rp 5,88 triliun dengan 162 ribu SID, sebelum akhirnya menyentuh Rp 6,16 triliun di Februari 2026.
Distribusi investor saham juga menunjukkan konsentrasi di wilayah perkotaan. "Balikpapan menjadi penyumbang terbesar dengan 52.321 investor, disusul Samarinda sebanyak 48.401 investor," lanjut Misran.
Wilayah lain seperti Kutai Kartanegara mencatat 20.570 investor, Kutai Timur 12.829 investor, serta Bontang 12.167 investor. Sementara daerah dengan jumlah investor paling kecil adalah Mahakam Ulu dengan 385 investor.
Misran menilai peningkatan tersebut tidak lepas dari meningkatnya literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. “Sejalan dengan tingginya minat investasi di kalangan masyarakat,” tuturnya. (*)
Editor : Sukri Sikki