KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di balik pertumbuhan ekonomi Kaltim yang masih positif secara tahunan, ada cerita berbeda dari sisi pengeluaran. Daya beli masyarakat tetap terjaga, tapi aktivitas perdagangan luar negeri justru melemah.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, secara tahunan ekonomi tumbuh 2,99 persen. “Pertumbuhan positif terjadi pada hampir seluruh komponen pengeluaran, kecuali ekspor serta impor barang dan jasa yang mengalami kontraksi,” papar Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai.
Komponen dengan pertumbuhan tertinggi adalah Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang mencapai 8,53 persen. Didorong oleh meningkatnya aktivitas masyarakat pada momen hari besar keagamaan.
Selain itu, konsumsi pemerintah tumbuh 7,51 persen, konsumsi rumah tangga naik 5,96 persen, dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) meningkat 3,44 persen.
Baca Juga: Disnakertrans Paser Pantau Lulusan BLK: Target Kurangi Angka Pengangguran
Namun di sisi lain, ekspor barang dan jasa justru mengalami kontraksi 3,81 persen. Sementara impor turun lebih dalam hingga 8,74 persen. Struktur ekonomi Kaltim masih didominasi oleh net ekspor dengan kontribusi 41,97 persen terhadap total PDRB. Angka tersebut berasal dari ekspor 109,16 persen yang dikurangi impor 67,19 persen.
“Jika dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi, maka sumbangan terbesar berasal dari PMTB sebesar 1,00 persen dan konsumsi rumah tangga sebesar 0,87 persen,” tambahnya. (*)
Editor : Sukri Sikki