KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ekspor nonmigas Kalimantan Timur ke sejumlah negara tujuan utama mulai menunjukkan pergerakan positif pada Maret 2026. Di tengah pelemahan total ekspor nonmigas, beberapa pasar internasional justru mencatat lonjakan permintaan cukup signifikan, terutama dari kawasan Asia dan Australia.
Total nilai ekspor nonmigas ke 12 negara tujuan utama pada Maret 2026 mencapai USD1,276 miliar. Nilai itu naik 0,69 persen dibanding Februari 2026.
Dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai, peningkatan ekspor terutama ditopang kenaikan permintaan dari beberapa negara mitra dagang utama. “Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan nilai ekspor ke beberapa negara tujuan utama seperti Australia yang naik USD41,26 juta, Vietnam naik USD34,07 juta, dan Taiwan naik USD30,93 juta,” jelasnya.
Baca Juga: Ekspor Sawit Kaltim Anjlok Hampir 45 Persen, Pupuk Justru Melonjak 737 Persen
Australia menjadi negara dengan lonjakan tertinggi karena pada Februari 2026 tidak tercatat aktivitas ekspor nonmigas dari Kaltim ke negara tersebut. Pada Maret 2026, nilai ekspor ke Australia langsung mencapai USD41,26 juta.
Sementara itu, Vietnam mencatat pertumbuhan 50,36 persen dengan nilai ekspor meningkat dari USD67,65 juta menjadi USD101,72 juta. Taiwan juga menunjukkan pertumbuhan signifikan 113,30 persen, dari USD27,30 juta menjadi USD58,23 juta.
Di kawasan ASEAN, Filipina dan Malaysia masih menjadi pasar utama ekspor nonmigas Kaltim. Nilai ekspor ke Filipina pada Maret 2026 mencapai USD114,99 juta, sedangkan Malaysia USD119,37 juta.
Kinerja ekspor ke kawasan ASEAN secara keseluruhan juga mengalami penguatan. Pada Maret 2026, nilai ekspor nonmigas Kaltim ke ASEAN tercatat USD395,73 juta atau naik 23,26 persen dibanding Februari 2026.
Selain ASEAN, pasar Uni Eropa juga menunjukkan tren positif. "Nilai ekspor nonmigas ke kawasan tersebut mencapai USD36,93 juta atau tumbuh 4,71 persen dibanding bulan sebelumnya," terang Mas’ud.
Spanyol menjadi negara Eropa dengan lonjakan tertinggi setelah nilai ekspornya naik 269,61 persen menjadi USD19,70 juta. Belanda juga mengalami kenaikan 85,78 persen dengan nilai ekspor mencapai USD17,24 juta.
Meski beberapa negara mengalami kenaikan, sejumlah pasar utama justru mencatat penurunan cukup dalam. Ekspor ke Jepang turun 48,07 persen menjadi USD70,18 juta. Ekspor ke Tiongkok juga terkoreksi 11,67 persen menjadi USD460,58 juta pada Maret 2026.
Namun secara kumulatif Januari hingga Maret 2026, Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Kaltim dengan nilai mencapai USD1,549 miliar atau berkontribusi 35,89 persen terhadap total ekspor nonmigas.
"India menempati posisi kedua dengan nilai ekspor USD586,90 juta atau menyumbang 13,59 persen. Posisi berikutnya ditempati Filipina dengan nilai ekspor USD369,79 juta atau berkontribusi 8,57 persen," lanjutnya.
Selama Januari-Maret 2026, nilai ekspor nonmigas Kaltim ke kawasan ASEAN mencapai USD1,045 miliar atau memiliki peranan 24,22 persen terhadap total ekspor nonmigas. Sedangkan ekspor ke Uni Eropa tercatat USD98,33 juta dengan kontribusi 2,28 persen. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo