TANJUNG REDEB—Pelaku usaha taman wisata dan taman rekreasi di Berau mulai bergerak membangun kekuatan bersama. Sebanyak 15 pengusaha destinasi wisata kini resmi bergabung dalam Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Berau periode 2026-2030.
Kehadiran organisasi ini diharapkan bukan sekadar wadah, tetapi motor penggerak pengembangan destinasi wisata di Bumi Batiwakkal agar lebih tertata, profesional, dan kompetitif.
Baca Juga: Balikpapan Selatan Diserbu Investor, Jadi Kawasan dengan Pertumbuhan Usaha Tertinggi
Ketua DPD PUTRI Kaltim, Dian Rosita, mengatakan sebagai organisasi yang baru terbentuk, PUTRI Berau masih fokus pada pekerjaan mendasar untuk memperkuat fondasi kelembagaan.
“Total yang bergabung sampai saat ini sudah ada 15,” ujarnya.
Menurut Dian, ada tiga program mendesak yang menjadi prioritas awal PUTRI Berau. Pertama, pembenahan keanggotaan dan kesekretariatan sebagai dasar organisasi.
“Kami ini organisasi baru, jadi hal-hal basic harus dibenahi dulu, mulai dari administrasi hingga struktur keanggotaan,” katanya.
Program kedua adalah penyusunan database destinasi wisata. Data ini dinilai penting sebagai dasar pemetaan kebutuhan pelatihan sumber daya manusia, pengembangan kualitas layanan, hingga penyediaan materi promosi yang lebih representatif.
Baca Juga: Catur Kaltim Mulai Regenerasi, tapi Ketergantungan pada Putri Masih Tinggi
“Database wajib, karena dari situ kita tahu kebutuhan pelatihan, pengembangan SDM, sampai materi promosi yang berkualitas agar produk wisata dan pelayanan di destinasi bisa tergambar dengan baik,” jelasnya.
Sementara program ketiga adalah memperkuat kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Fokusnya mencakup pengembangan destinasi, perizinan, infrastruktur, penanganan sampah, hingga isu lingkungan hidup.
“Kolaborasi ini harus intens, karena destinasi wisata tidak bisa berkembang sendiri tanpa dukungan banyak pihak,” tegas Dian.
Ia mengakui, pekerjaan rumah PUTRI Berau tidak ringan dan kemungkinan besar membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk dituntaskan. Namun, langkah awal ini dinilai penting agar sektor wisata Berau memiliki arah pengembangan yang lebih terstruktur.
Editor : Muhammad Ridhuan