KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Program pembiayaan alternatif untuk menekan ketergantungan pelaku usaha terhadap rentenir terus menunjukkan perkembangan di Kalimantan Timur. Dua daerah, Kutai Kartanegara dan Samarinda, mencatat penyaluran kredit produktif hingga puluhan miliar rupiah kepada ribuan pelaku usaha.
Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di sejumlah kabupaten/kota di Kaltim terus memperkuat program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR).
Di Kutai Kartanegara, program Kredit Kukar Idaman (KKI) mencatat realisasi plafon penyaluran mencapai Rp39,35 miliar hingga Maret 2026. "Dana tersebut telah disalurkan kepada 1.891 debitur dari sektor pertanian, perikanan, pengolahan, perdagangan, hingga jasa," jelas Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara) Misran Pasaribu.
Data perkembangan menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Desember 2021, nominal penyaluran KKI baru Rp0,31 miliar kepada 25 debitur. Angka itu melonjak menjadi Rp14,20 miliar pada 2023, lalu mencapai Rp32,25 miliar pada 2024.
Sementara itu, Samarinda melalui program Kredit Berusaha, Beruntung, Berkah (Bertuah) juga mencatat tren peningkatan penyaluran pembiayaan. Hingga Maret 2026, nilai penyaluran mencapai Rp12,86 miliar kepada 611 pelaku usaha produktif. Program Bertuah sebelumnya mencatat penyaluran Rp1,85 miliar kepada 89 debitur pada 2021, kemudian meningkat menjadi Rp6,74 miliar pada 2023 dan Rp11,91 miliar pada 2024.
Misran menyebut penguatan akses keuangan menjadi langkah penting untuk mendukung pertumbuhan UMKM sekaligus memperluas inklusi keuangan di daerah. Saat ini, Kaltim memiliki satu TPAKD tingkat provinsi dan 10 TPAKD tingkat kabupaten/kota. Menurut Misran, sinergi lintas lembaga menjadi kunci untuk memperluas jangkauan pembiayaan produktif bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Program-program pembiayaan tersebut juga diharapkan mampu menjadi solusi pembiayaan legal dengan bunga ringan, sehingga pelaku usaha kecil tidak lagi bergantung pada pinjaman informal berbiaya tinggi. (*)
Editor : Ismet Rifani