BALIKPAPAN-Periode Juli hingga September 2025 menjadi fase tertinggi realisasi investasi di Balikpapan. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan, nilai investasi pada triwulan III mencapai Rp 10,26 triliun.
Nilai tersebut menjadi capaian tertinggi dibanding triwulan lainnya sepanjang 2025. Pada periode itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp 9,54 triliun, sedangkan PMA tercatat Rp 726,90 miliar.
Kepala DPMPTSP Balikpapan Hasbullah Helmi mengatakan tingginya investasi pada triwulan III dipengaruhi meningkatnya aktivitas pembangunan dan ekspansi usaha di Balikpapan.
“Pada pertengahan hingga akhir tahun, banyak proyek mulai berjalan dan investor mulai merealisasikan rencana usahanya. Momentum pembangunan IKN juga memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan investasi di Balikpapan,” ungkap Helmi.
Selain mencatat nilai investasi tertinggi, triwulan III juga menyumbang 3.195 proyek usaha. Jumlah tersebut terdiri dari 445 proyek PMA dan 2.750 proyek PMDN.
Hasbullah menilai lonjakan investasi menunjukkan Balikpapan semakin dipercaya sebagai pusat bisnis dan logistik di Kaltim. “Balikpapan memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur, pelabuhan, bandara, dan konektivitas. Ini menjadi faktor yang sangat mendukung dunia usaha,” ujarnya.
Ia menjelaskan sebagian besar investasi yang masuk bergerak pada sektor perdagangan, jasa, konstruksi, properti, dan industri penunjang.
Pertumbuhan investasi juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada triwulan III, investasi di Balikpapan berhasil menyerap 2.105 tenaga kerja.
Menurutnya, pertumbuhan investasi tidak hanya dilihat dari nilai modal yang masuk, tetapi juga dari dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ketika investasi meningkat, maka akan ada efek berantai terhadap sektor lain seperti UMKM, jasa transportasi, kuliner, hingga penyedia bahan bangunan,” katanya.
Ia menambahkan pemerintah daerah akan terus memperkuat promosi investasi agar Balikpapan semakin kompetitif dibanding daerah lain. “Kami ingin investor melihat Balikpapan sebagai kota yang aman, nyaman, dan memiliki potensi ekonomi jangka panjang,” ujarnya.
Selain itu, DPMPTSP juga akan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan seluruh proses investasi berjalan tanpa hambatan.
“Kolaborasi antarinstansi sangat penting agar investor mendapatkan kemudahan dan kepastian saat menjalankan usahanya,” tambahnya.
Ia optimistis realisasi investasi Balikpapan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang, terutama dengan semakin masifnya pembangunan IKN dan proyek strategis nasional di Kaltim.
“Balikpapan akan terus tumbuh sebagai kota jasa dan perdagangan utama. Ini menjadi peluang besar bagi investor maupun masyarakat,” tutupnya. (rd)
Editor : Romdani.