Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Magnet IKN Memang Nyata! Investasi Balikpapan Tembus Rp 3,5 Triliun di Triwulan I 2026, Investor Lokal Menguasai

Ulil Mu'Awanah • Kamis, 14 Mei 2026 | 17:15 WIB
BERGELIAT: Industri kimia dan farmasi menjadi penyumbang investasi terbesar di Balikpapan pada triwulan I 2026 dengan nilai sekitar Rp 1,26 triliun.
BERGELIAT: Industri kimia dan farmasi menjadi penyumbang investasi terbesar di Balikpapan pada triwulan I 2026 dengan nilai sekitar Rp 1,26 triliun.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kembali menggeliatnya proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN) turut berdampak positif bagi Balikpapan. Salah satunya dilihat dari besarnya investasi yang masuk. Sepanjang triwulan I 2026, Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) mencatat realisasi investasi yang masuk ke Kota Beriman menyentuh angka fantastis, Rp 3,526 triliun.

Uang triliunan tersebut mengalir ke 4.399 kegiatan usaha dan menyerap tenaga kerja Indonesia mencapai 3.868 orang. Menariknya, motor utama penggerak ekonomi ini bukan berasal dari modal asing, melainkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang menyumbang Rp 3,195 triliun atau sekitar 90,6 persen dari total investasi.

Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp 331 miliar. “Triwulan pertama ini menunjukkan optimisme pelaku usaha terhadap Balikpapan masih sangat tinggi. Dominasi PMDN membuktikan kepercayaan investor domestik terhadap potensi ekonomi daerah terus tumbuh,” ucap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan Hasbullah Helmi, Kamis (14/5).

Baca Juga: Samarinda Tunggu Keputusan Pusat, Danantara Bakal Bangun PSEL TPA Sambutan

Capaian tersebut juga menjadi sinyal iklim investasi di Balikpapan masih sangat kompetitif di tengah dinamika ekonomi nasional dan global. Menurutnya, capaian Rp 3,52 triliun tersebut setara dengan 15,95 persen dari target realisasi investasi Balikpapan tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp 22,11 triliun. Sementara terhadap target provinsi sebesar Rp 20,684 triliun, realisasinya telah mencapai 17,05 persen.

Posisi Balikpapan sebagai kota penyangga IKN masih menjadi faktor penting yang mendorong minat investasi. Selain itu, pembangunan infrastruktur, konektivitas logistik, hingga pertumbuhan sektor jasa turut memperkuat daya tarik kota ini. “Kami melihat tren investasi masih bergerak pada semester berikutnya karena sejumlah proyek pengembangan kawasan usaha, perdagangan, jasa dan industri masih terus berjalan,” katanya.

Dari sisi sektor usaha, industri kimia dan farmasi menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai sekitar Rp 1,26 triliun. Disusul sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp 845 miliar serta sektor pertambangan sekitar Rp 771 miliar. Selain itu, sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan nilai investasi mencapai Rp 178 miliar.

Baca Juga: Satu Jemaah Haji Asal PPU Meninggal Dunia di Mekkah Saat Ibadah Umrah Sunnah 

Sektor jasa lainnya menyumbang Rp 165 miliar dan industri makanan sekitar Rp 104 miliar. Ia menjelaskan keberagaman sektor investasi tersebut menunjukkan struktur ekonomi Balikpapan mulai bergerak lebih dinamis dan tidak hanya bertumpu pada sektor migas maupun pertambangan.

“Kami terus mendorong investasi yang produktif dan memiliki dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat serta penciptaan lapangan kerja,” ujarnya. Dari total realisasi investasi tersebut, sektor sekunder menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sekitar 40,1 persen. Sementara sektor tersier berkontribusi 37 persen dan sektor primer sekitar 22,9 persen.

Selain investasi domestik, investasi asing juga tercatat berasal dari beberapa negara seperti Thailand, Singapura hingga Kepulauan Virgin Inggris. Pemerintah daerah berharap tren investasi asing dapat meningkat pada triwulan berikutnya seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan penyangga IKN.

Ia menambahkan pihaknya terus melakukan penyederhanaan pelayanan perizinan serta pendampingan bagi investor agar proses investasi berjalan lebih cepat dan efisien. “Kami ingin memastikan investor merasa aman dan nyaman berusaha di Balikpapan. Pelayanan yang cepat dan kepastian regulasi menjadi fokus utama kami,” katanya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#investasi Balikpapan 2026 #Hasbullah Helmi DPMPTSP #Realisasi PMDN Balikpapan #Penyangga IKN