Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bukan Lagi Tambang! Industri Kimia dan Farmasi Kini Jadi 'Anak Emas' Investasi di Balikpapan, Tembus Rp 1,26 Triliun

Ulil Mu'Awanah • Kamis, 14 Mei 2026 | 17:18 WIB
SUBSTITUSI: Sektor industri kimia dan farmasi muncul sebagai sektor paling dominan dalam realisasi investasi Kota Balikpapan pada triwulan I tahun 2026.
SUBSTITUSI: Sektor industri kimia dan farmasi muncul sebagai sektor paling dominan dalam realisasi investasi Kota Balikpapan pada triwulan I tahun 2026.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Sektor industri kimia dan farmasi muncul sebagai sektor paling dominan dalam realisasi investasi Kota Balikpapan pada triwulan I tahun 2026. Nilai investasinya mencapai sekitar Rp 1,26 triliun atau menjadi penyumbang terbesar dari total realisasi investasi daerah sebesar Rp 3,52 triliun.

Kepala DPMPTSP Balikpapan Hasbullah Helmi mengatakan dominasi sektor tersebut memperlihatkan adanya perubahan arah investasi menuju sektor industri pengolahan dan hilirisasi.

“Ini perkembangan yang cukup menarik karena investasi tidak hanya terkonsentrasi pada sektor tradisional seperti pertambangan. Industri pengolahan mulai tumbuh kuat,” tuturnya.

Ia menilai perkembangan industri kimia dan farmasi menunjukkan adanya peluang baru di Balikpapan seiring meningkatnya kebutuhan sektor industri penunjang IKN dan pertumbuhan pasar regional Kalimantan.

Baca Juga: Magnet IKN Memang Nyata! Investasi Balikpapan Tembus Rp 3,5 Triliun di Triwulan I 2026, Investor Lokal Menguasai

Selain industri kimia dan farmasi, sektor perdagangan dan reparasi juga mencatatkan investasi tinggi sebesar Rp 845 miliar. Sektor pertambangan berada di posisi ketiga dengan nilai sekitar Rp 771 miliar.

Menurut Hasbullah, tingginya investasi perdagangan menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat yang terus tumbuh. Hal tersebut ditandai dengan ekspansi pusat perdagangan, jasa distribusi hingga pengembangan sektor retail modern.

“Balikpapan saat ini berkembang menjadi pusat distribusi dan jasa. Itu yang membuat sektor perdagangan ikut bergerak sangat cepat,” katanya.

Sementara sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi ikut terdorong akibat meningkatnya kebutuhan logistik dan konektivitas kawasan penyangga IKN. Nilai investasi pada sektor tersebut mencapai sekitar Rp 178 miliar.

Baca Juga: Penyebab Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan Amblas Terungkap, BBPJN Kaltim: Ada Kebocoran Pipa PDAM

Di sisi lain, sektor hotel dan restoran juga mulai menunjukkan pemulihan dengan investasi sekitar Rp 41 miliar. Kondisi ini dinilai berkaitan dengan meningkatnya mobilitas penduduk, pekerja proyek serta aktivitas bisnis di Balikpapan.

Tren investasi lintas sektor ini menjadi indikator penting bahwa ekonomi Balikpapan semakin terdiversifikasi. Pemerintah daerah pun mulai mendorong pengembangan sektor-sektor bernilai tambah tinggi agar dampaknya lebih besar terhadap perekonomian lokal.

“Kami berharap investasi yang masuk tidak hanya besar secara angka, tetapi juga mampu menciptakan rantai ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah kota terus menjaga stabilitas iklim investasi melalui percepatan perizinan dan penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun provinsi. “Balikpapan harus siap menjadi daerah tujuan investasi unggulan di Kalimantan Timur. Momentum ini harus dijaga,” tegasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#ekonomi ikn #Investasi Industri Balikpapan #Hilirisasi Balikpapan #Industri Kimia dan Farmasi #DPMPTSP Balikpapan