KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Mobilitas masyarakat melalui jalur laut di Kaltim meningkat tajam pada Maret 2026. Lonjakan penumpang terjadi hampir di seluruh pelabuhan utama, menandakan aktivitas perjalanan antardaerah mulai kembali ramai setelah sempat melambat pada bulan sebelumnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Maret 2026 mencapai 109.104 orang. Angka itu melonjak 174,60 persen dibandingkan Februari 2026 yang tercatat sebanyak 39.732 orang.
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, peningkatan pergerakan penumpang terjadi di seluruh pelabuhan utama Bumi Etam. Dijelaskan, lonjakan paling besar terjadi di Pelabuhan Semayang yang menjadi pintu utama angkutan laut di Kaltim.
Baca Juga: Atasi Antrean Biosolar di Balikpapan, DPRD Desak BPH Migas Tambah Kuota dan SPBU di Setiap Kecamatan
"Jumlah penumpang di pelabuhan tersebut mencapai 80.107 orang pada Maret 2026 atau menguasai sekitar 70,20 persen total penumpang angkutan laut di Kaltim," bebernya.
Sementara itu, Pelabuhan Samarinda mencatat 18.521 penumpang dengan kontribusi 18,78 persen. Adapun Pelabuhan Lok Tuan melayani 10.476 penumpang atau sekitar 11,02 persen dari total penumpang angkutan laut dalam negeri.
Mas’ud menyebut, peningkatan jumlah penumpang terjadi seiring bertambahnya aktivitas pelayaran di berbagai pelabuhan. “Jika dibandingkan dengan periode Januari-Maret 2025, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri periode Januari-Maret 2026 naik sebesar 41,18 persen,” ujarnya.
Baca Juga: Nasib Nadiem Makarim yang Dituntut Rp 5, 6 T dan 18 Tahun Penjara, Aset Terancam Disita Negara
Secara kumulatif, jumlah penumpang angkutan laut domestik sepanjang Januari hingga Maret 2026 tercatat sebanyak 193.463 orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 137.032 orang.
Kenaikan kumulatif tertinggi terjadi di Pelabuhan Semayang yang tumbuh 65,29 persen. Sementara Pelabuhan Samarinda naik 4,30 persen dan Pelabuhan Lok Tuan meningkat 2,83 persen dibandingkan periode Januari-Maret tahun lalu. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo